Laman

Minggu, 30 Oktober 2016

((AUMAN))




Isu lingkungan, kini menjadi agenda yang semakin krusial di Indonesia. Berbagai jenis kerusakan alam dengan berbagai alasan ekonomi dan bisnis kini dinilai semakin tidak seimbang dengan sumber daya yang disediakan oleh Bumi itu sendiri. Hilangnya hutan, demi alasan pembangunan lewat ekspansi perkebunan dan pertambangan, tidak hanya membawa dampak langsung bencana bagi manusia. Hilangnya hutan, salah satunya di Pulau Sumatera, juga musnahnya rumah bagi berbagai satwa endemik yang ada di dalamnya. Salah satunya adalah harimau Sumatera.

Satwa yang kharismatis dan (dahulu) sangat dihormati oleh adat setempat ini kini nasibnya semakin di ujung tanduk. Dengan kondisi tersisa antara 400 hingga 500 individu di alam bebas, alarm bahaya kini berbunyi semakin keras mengingatkan manusia yang hidup bersamanya.

((AUMAN)) adalah band Heavy Rock asal Palembang, Sumatera Selatan terbentuk pada 2010. Nama ((AUMAN)) berasal dari sebutan untuk suara harimau. “Harimau Sumatera merupakan spesies kucing besar yang hidup di hutan tropis Sumatera. Sebagai bentuk penghormatan atas Harimau Sumatera.

Setelah melempar lagu W.K.G.G (Wong Kito Gilo Galo) dan City of Ghost di dunia maya pada 2010, band
stoner rock ((AUMAN)) akhirnya menggelontorkan album perdana bertajuk Suar Marabahaya pada 13 Januari lalu. Suar Marabahaya menandai unjuk taring ((AUMAN)) di belantara musik Indonesia. Album kolektif rock asal Palembang ini sekaligus menunjukkan stoner rock tidak hanya dominasi band Jawa seperti Seringai.

Meski baru, ((AUMAN)) bukan komplotan anak bau kencur. Yang paling kesohor tentu vokalis mereka, Farid Amriansyah alias Rian Pelor. Ia merupakan pentolan band hardcore Jakarta, Dagger Stab, cum penyiar acara Riot on Air di radio Prambors. Sementara, personel lainnya masing-masing Zarbin Sulaiman (bas), Aulia Effendy (Drum), Erwin Wijaya (gitar), dan Ahmad Ruliansyah (gitar).

Dalam rilis yang dikirim ke Tempo, ((AUMAN)) menjelaskan alasan mereka memberi judul album perdananya, Suar Marabahaya. “Makna judul untuk album debut ini adalah suar penunjuk akan ranah skena yang dipandang sebelah mata,” tulis ((AUMAN)). Dan judul album itu menegaskan Palembang memiliki potensi musik yang berbahaya.

Suar Marabahaya berisi 11 lagu. Album ini dibuka dengan Intronitroduction: Year of Tiger. Raungan gitar di lagu ini menggaungkan “sidik jari” kocokan gitaris Black Sabbath Toni Iommi. Liriknya menjadi kata pengantar yang memperkenalkan ((AUMAN)): lahir di tanah Sriwijaya pada Tahun Macan (2010). Sebuah nomor yang mengukuhkan ((AUMAN)) sebagai eksponen stoner rock dari Palembang.

Jika berpikir lagu kedua akan mirip dengan Intronitroduction: Year of Tiger, pendengar bakal sedikit kecewa. ((AUMAN)) mulai memasukkan anasir thrash metal dan hardcore pada lagu Unholy Terror. Tempo dinaikkan. Lagu ini semacam kritik sosial ((AUMAN)) terhadap organisasi massa yang mengatasnamakan agama, namun justru meneror masyarakat.

Di lagu ketiga, W.K.G.G, ((AUMAN)) memberi muatan lokal dalam liriknya. ((AUMAN)) memotret karakter wong Palembang:

Mata membara pisau di pinggang//
Kureguk cuko dan asam nira//
Kutunggu kau di bawah Ampera//
Kita berdansa liar menggila

Secara keseluruhan, Suar Marabahaya menyuguhkan musik beragam tempo dan pengaruh. Di lagu City of Ghost, ((AUMAN)) membawa suasana psikedelik.

Di antara 11 lagu yang menggema di Suar Marabahaya, Macho cukup unik. ((AUMAN)) menggubah lagu dangdut karya Addie Purnama Siangin yang dipopulerkan pedangdut Vetty Vera. Lirik lagu ini diubah total dari cerita tentang cowok seksi menjadi orang-orang yang doyan kekerasan di acara-acara musik bawah tanah.

Secara keseluruhan, Suar Marabahaya membuktikan wong Palembang punya potensi. Saatnya pendengar musik cadas mendengarkan auman dari band-band luar Jawa.

Album-album yang mempengaruhi ((AUMAN)) adalah:

      1.    BLACK SABBATH - Paranoid
      2.    KYUSS - Blues for the Red Sun
      3.    GOATSNAKE - Flower of Disease
      4.    GHOST - Opus Eponymous
      5.    KOMUNAL - Panorama
      6.    THE SWORD - Age of Winters
      7.    DOOMRIDERS -Darkness Come Alive
      8.    HIGH ON FIRE - Blessed Black Wings
      9.    MOTORHEAD - Inferno
     10. DISCHARGE - Hear Nothing See Nothing Say Nothing

Jumat, 20 Februari 2015,  ((AUMAN)) resmi bubar. Ironisnya, band yang tengah mempersiapkan album penuh kedua ini justru menghentikan langkah ketika sorot lampu panggung sedang mengarah pada mereka.

"Sebuah keputusan yang tidaklah mudah, tapi itu mungkin yang terbaik dikarenakan adanya pergeseran dari arah, tujuan dan prioritas dari kolaboratornya. Ketika sinergi tidak bisa terjalin maka sebuah kolaborasi bisa dibilang mati," tulis ((AUMAN)) dalam surat terbuka yang diunggah pada situs resmi mereka.

Dalam keterangan yang sama, ((AUMAN)) juga menjelaskan bahwa semua rencana yang terkait dengan perilisan album mereka yang sedang atau telah bergulir akan diserahkan kepada Rimauman Music yang dianggap sebagai perwakilan ((AUMAN)). Rencana perilisan itu meliputi peluncuran album kedua dengan label Lawless Records, dan peluncuran piringan hitam album "Suar Marabahaya" oleh Unleash Records.

Lima tahun hadir dengan distorsi dan lirik yang tajam, ((AUMAN)) bukan tanpa hasil. Band yang digadang sebagai suara dari Bumi Sriwijaya ini membuktikan bahwa sentral musik keras bukan hanya ada di kota-kota besar Pulau Jawa. Di akhir 2014 ((AUMAN)) mendapat penghargaan dari ajang Indonesian Cutting Edge Music Award untuk kategori The Best Rock Track melalui lagu "City of Ghost".

"Hidup akan terus bergulir, harimau ini meninggalkan belangnya dan pamit mengundur diri. Band ini boleh bubar tapi semangatnya harus tetap hidup untuk terus berpeluh dan tak mengeluh bekerja keras membakar batas kreasi dan lokalitas!" pesan terakhir ((AUMAN)).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...