Laman

Selasa, 08 Maret 2016

JOHN FRUSCIANTE




Lahir di Queens, New York pada tanggal 5 Maret 1970. Ayahnya, John Sr, adalah seorang pianis terlatih yang belajar piano di Sekolah Musik Juilliard, dan ibunya Gail adalah seorang vocalis yang melepas kariernya yang menjanjikan dan menjadi ibu rumah tangga. Keluarga Frusciante pindah ke Tucson, Arizona, dan kemudian Florida, di mana ayahnya menjabat sebagai hakim Broward County sampai Oktober 2010. Orang tuanya berpisah, kemudian ia dan ibunya pindah ke Santa Monica, California.


Setahun kemudian, Frusciante dan ibunya pindah ke Mar Vista, Los Angeles dengan ayah tiri barunya yang, katanya, "benar-benar mendukung saya dan membuat saya merasa nyaman menjadi seorang seniman”. Seperti banyak orang muda di daerah itu, ia menjadi erat terlibat dalam kancah punk rock LA. Di usia sembilan tahun dia tergila-gila dengan The Germs, dan mendengarkan beberapa rekaman mereka. Di usia sepuluh tahun, ia belajar sendiri cara memainkan sebagian besar lagu. Dia katakan bahwa ia tidak begitu tahu dengan apa yang sedang dia lakukan, dan bahwa dia memainkan setiap kord dengan barre satu jari.

Frusciante mulai mempelajari keahlian para gitaris seperti Jeff Beck, Jimmy Page, David Gilmour dan Jimi Hendrix di usia sebelas tahun. Setelah menguasai blues scale, ia menemukan karya-karya Frank Zappa, dimana hasil karya itu dipelajari oleh Frusciante selama berjam-jam. Frusciante pertama kali mendengarkan Red Hot Chili Peppers sekitar tahun 1984 ketika instruktur gitarnya mengaudisi sebagai gitaris untuk band tersebut. Ia keluar dari sekolah menengah atas pada usia enam belas dengan izin dari orang tuanya dan dari tes penyelesaian kemahiran. Dengan dukungan mereka, ia pindah ke Los Angeles dalam rangka untuk mengembangkan kemampuan musiknya. Ia mulai mengambil kelas di Guitar Institute of Technology, tetapi ia hanya mendaftar tanpa benar-benar hadir dan tak lama kemudian meninggalkannya.


Frusciante pertama menghadiri pertunjukan Red Hot Chili Peppers di usia lima belas tahun dan dengan segera menjadi penggemar setia. Dia mengidolakan gitaris Hillel Slovak—membiasakan diri dengan semua bagian-bagian gitar dan bass dari ketiga rekaman awal Chili Peppers. Dia berkenalan dengan Slovak, keduanya telah saling berbicara beberapa bulan sebelum kematian Slovak dan pernyataan Frusciante selanjutnya: 

"...Hillel bertanya, 'Apakah Anda masih menyukai the Chillis jika mereka menjadi sangat populer dan bermain di Forum? Saya berkata, 'Tidak. Ini akan merusak semuanya. Hal itulah yang bagus tentang band ini, penonton merasa tidak berbeda dari band sama sekali.' Ada semacam getaran bersejarah yang nyata dari pertunjukan mereka, tidak ada rasa frustasi dalam diri penonton ketika mereka melompat-lompat dan tidak bisa bangkit dari kursi mereka. Saya bahkan tidak menonton acara-acara itu sebelumnya. Saya begitu senangnya sampai-sampai bisa berjungkir balik sepanjang waktu. Saya benar-benar merasa seperti bagian dari band, sdan semua penonton yang sensitif juga akan merasakannya."

Frusciante berteman dengan mantan drummer Dead Kennedys, D. H. Peligro pada awal 1988. Mereka sering berlatih bersama-sama, dan Peligro mengundang temannya Flea (bassis Red Hot Chili Peppers) untuk bergabung. Frusciante dan Flea segera menemukan kecocokan bermusik satu sama lain, dimana Flea kemudian mengakui yang mungkin telah dirasakannya di hari ia pertama kali memainkan riff bass untuk "Nobody Weird Like Me". Di waktu yang sama, Frusciante bermaksud untuk audisi untuk band Frank Zappa, tapi kemudian berubah pikiran sebelum tes final karena Zappa dengan tegas melarang penggunaan obat-obatan terlarang. Frusciante mengatakan, "Saya menyadari bahwa saya ingin menjadi bintang rock, memakai narkoba dan mendapatkan para gadis, dan saya tidak bisa melakukan itu jika saya di band Zappa." 

Slovak meninggal karena overdosis heroin pada tahun 1988, dan drummer Red Hot Chili Peppers Jack Irons, yang tidak bisa menerima kematian Slovak, meninggalkan grup. Kedua anggota yang tersisa; Flea dan vokalis Anthony Kiedis berkumpul kembali dan bertekad untuk bertahan. Pasangan ini menambahkan Peligro pada drum dan DeWayne "Blackbyrd" McKnight, mantan P-Funk, pada gitar. Namun, McKnight gagal untuk terhubung secara musikal dalam grup. Flea mengusulkan untuk mengaudisi Frusciante, yang pengetahuannya yang sangat akrab dengan lagu-lagu Chili Peppers membuatnya takjub. Flea dan Kiedis kemudian mengaudisinya dan setuju bahwa dia akan menjadi pengganti cocok untuk McKnight, yang segera dipecat. Ketika Flea menghubungi Frusciante dengan membawa berita bahwa ia diterima di Chili Peppers, Frusciante sangat gembira. Ia berlari di sekeliling rumahnya berteriak dengan sukacita, dan melompati dinding, meninggalkan bekas boot permanen. Dia dalam proses teken kontrak dengan Thelonious Monster pada saat itu-dan telah bermain dengan itu selama dua minngu-tapi penerimaan dia ke Chili Peppers mengharuskan dia merubah rencananya.

Namun, Frusciante tidak akrab dengan suara genre funk Red Hot Chili Peppers: "Saya bukan benar-benar seorang pemain funk sebelum saya bergabung dengan band ini. Saya belajar segala sesuatu yang saya perlu ketahui tentang bagaimana terdengar bagus bersama dengan permainan Flea dengan mempelajari permainan Hillel [Slovak] dan saya hanya mengambilnya dari sisi itu" Beberapa minggu menjelang format baru band, Peligro, yang kinerjanya memburuk akibat penyalahgunaan narkoba ekstrim, dipecat. Segera setelah itu, Chad Smith dimasukkan sebagai drummer baru kelompok tersebut dan format yang baru mulai merekam album pertama mereka, Mother's Milk tahun 1989. Frusciante fokus pada meniru gaya bermain Slovak, daripada memaksakan gaya permainan pribadinya pada grup. Produser Michael Beinhorn tidak setuju, dan ingin Frusciante untuk bermain dengan nada heavy metal seperti biasa yang sebagian besar absen dari tiga rekaman band sebelumnya. Frusciante dan Beinhorn berkali-kali berusaha dalam proses penadaan gitar dan pelapisannya, dan ide Beinhorn itu akhirnya menang sebagaimana Frusciante merasa dilecut oleh pengetahuan produser itu yang jauh lebih besar terhadap perstudioan. Kiedis ingat bahwa "[Beinhorn] ingin John untuk memiliki nada yang besar, berderak, hampir terdengar metal padahal sebelumnya kita selalu memiliki beberapa nada gitar acid rock yang menarik serta banyak nada-nada gitar yang slinky, seksi dan funky." 

Chili Peppers berkolaborasi dengan produser Rick Rubin untuk rekaman kedua mereka bersama Frusciante, Blood Sugar Sex Magik. Rubin merasa bahwa penting untuk merekam album dalam pengaturan yang tak lazim, jadi ia menyarankan rumah tua Hollywood Hills, dan band ini setuju. Frusciante, Kiedis dan Flea mengasingkan diri mereka di sana selama proses rekaman. Frusciante dan Flea jarang pergi ke luar, dan menghabiskan sebagian besar waktu mereka merokok marijuana. Sepanjang waktu ini, Frusciante memulai sebuah kolaborasi sampingan dengan Flea dan drummer Jane Addiction, Stephen Perkins bernama The Three Amoebas. Mereka merekam material sekitar sepuluh hingga lima belas jam dimana tidak ada yang pernah dirilis. 

Blood Sugar Sex Magik merupakan sukses besar sejak dirilis pada tanggal 24 September 1991. Album itu berada di posisi ketiga di tangga lagu Billboard, dan terjual tiga belas juta kopi di seluruh dunia. Keberhasilan tak terduga itu langsung membuat Red Hot Chili Peppers menjadi bintang rock. Ketenaran barunya mengejutkan Frusciante dan ia berjuang keras untuk mengatasinya. Segera setelah rilis album, ia mulai tidak menyukai popularitas band ini. Kiedis ingat bahwa ia dan Frusciante pernah terlibat diskusi yang memanas di belakang panggung setelah konser: "John akan berkata, 'Kita terlalu popular. saya tidak perlu berada di tingkat kesuksesan seperti ini. Saya sudah cukup bangga bermain musik seperti ini di klub-klub seperti yang kalian lakukan dua tahun yang lalu'." Frusciante kemudian mengatakan bahwa kenaikan popularitas band "terlalu tinggi, terlalu jauh, terlalu cepat. Semuanya seakan terjadi sekaligus dan saya tidak bisa mengatasinya." Ia juga mulai merasa takdir menuntunnya menjauh dari band. Ketika Chili Peppers memulai tur dunia mereka, ia mulai mendengar suara-suara di kepalanya mengatakan kepadanya "Kamu tidak akan berhasil selama tur, kamu harus pergi sekarang". Frusciante mengakui sekali pernah menikmati dunianya sebagai suatu kenikmatan hedonisme, namun, "pada usia dua puluh, saya mulai melakukannya dengan benar dan melihatnya sebagai sebuah pengekspresian seni bukan lagi sebagai cara untuk berpesta dan meniduri banyak gadis. Untuk menyeimbangkannya, saya harus ekstra-rendah hati, ekstra-anti-bintang rock" Ia menolak untuk naik panggung selama pertunjukan di Quattro Klub Tokyo pada tanggal 7 Mei 1992, mengatakan kepada rekan-rekan bandnya bahwa ia meninggalkan band. Dia dibujuk untuk tetap melakukannya, namun pulang menuju California pagi berikutnya. Menurut sang gitaris, "tidak mungkin lagi bagi saya untuk tetap berada di dalam band. Pada saat itu saya sudah sampai di titik dimana meskipun mereka ingin saya berada di band, saya merasa seperti dipaksa keluar dari band. Bukan oleh anggota pada khususnya atau manajemen pada khususnya, tapi memang arahnya seperti itu."

Frusciante kemudian jadi memiliki kebiasaan narkoba yang serius saat tur dengan band selama awal empat tahun. Dia mengatakan bahwa ketika ia "menemukan Flea yang ‘stoned out’ pada setiap acara, mengilhami saya untuk menjadi pengisap marijuana". Frusciante tidak saja mengisap ganja dalam jumlah besar, tetapi ia mulai menggunakan heroin dan berada di ambang skala kecanduan penuh. Sewaktu kembali ke California pada musim panas 1992, Frusciante mengalami depresi. Merasa bahwa hidupnya telah berakhir dan bahwa ia tidak bisa lagi menulis musik atau bermain gitar. Untuk waktu yang lama, ia fokus pada lukisan, memproduksi 4-track rekaman yang telah ia buat saat bekerja pada Blood Sugar Sex Magik, dan menulis cerita pendek dan skenario. Untuk mengatasi depresinya yang semakin memburuk, Frusciante meningkatkan penggunaan heroin dan terperangkap ke dalam pusaran ketergantungan yang mengancam jiwa. Penggunaan heroin untuk mengobati depresi adalah keputusannya yang jelas: "Saat itu saya sangat sedih, dan saya selalu bahagia ketika saya berada di bawah pengaruh obat. Oleh karena itu, saya harus berada pada kondisi ketergantungan obat sepanjang waktu. Saya tidak pernah merasa bersalah-saya selalu benar-benar bangga menjadi pecandu." Meskipun ia secara terbuka mengaku sebagai "pecandu", dia percaya obat tersebut satu-satunya cara "memastikan Anda tetap berhubungan dengan keindahan daripada membiarkan keburukan dunia merusak jiwa Anda."

Frusciante merilis album solo pertamanya Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt pada tanggal 8 Maret 1994. Meskipun ada kepercayaan umum bahwa sebagian besar lagu direkam saat dia berada di bawah pengaruh heroin di rumahnya di Hollywood Hills, Frusciante mengatakan bahwa "Album itu tidak direkam ketika saya menjadi seorang pecandu heroin. Rekaman itu dirilis ketika saya adalah seorang pecandu heroin."

Sebagian materi awal Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt direkam tak lama setelah penyelesaian Blood Sugar Sex Magik; babak kedua antara akhir 1991 dan awal 1992, selama tur album. "Running Away Into You" adalah satu-satunya lagu yang direkam setelah dia meninggalkan Chili Peppers. Album ini memiliki komposisi yang sangat eksperimental avant-garde yang awal tujuannya adalah pengekspresian spiritual dan emosional: "Saya menulis [rekaman] karena saya berada di suatu tempat yang benar-benar besar di kepalaku-yang sangat besar, tempat spiritual yang mengatakan apa yang harus kulakukan. Selama saya menaati kekuatan-kekuatan itu, segalanya akan selalu bermakna. Aku bisa dikatakan bermain gitar dan aku bisa dikatakan 'Memainkan sesuatu yang jelek,’ dan jika saya berada di tempat itu, hal itu akan menjadi menyenangkan. Dan itu tidak ada hubungannya dengan saya, kecuali dalam cara yang tidak dapat dipahami." Frusciante lebih lanjut menegaskan bahwa album ini dimaksudkan sebagai suatu unit yang terpadu daripada sekumpulan lagu yang terpisah-pisah. Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt dirilis di bawah label Rick Rubin American Recordings. Warner Bros., label Chili Peppers, memiliki hak atas album tersebut atas dasar klausul artis-hengkang dalam kontrak Chili Peppers Frusciante. Namun, karena dia sedang mengasingkan diri, Label dengan senang hati menyerahkan hak kepada Rubin, yang merilis album atas desakan teman-teman Frusciante. 

Sebuah artikel di New Times LA menjabarkankan Frusciante sebagai "kerangka tertutup kulit tipis" yang pada nadir kecanduannya hampir meninggal dari infeksi darah. Lengannya menjadi penuh luka serius akibat dari penyuntikan heroin dan kokain yang tidak benar, meninggalkan abses permanen. Ia menghabiskan tiga tahun berikutnya bersembunyi di Hollywood Hills rumahnya, dengan dinding-dinding yang rusak parah dan tertutup graffiti. Selama waktu ini, teman-temannya Johnny Depp dan Gibby Haynes pergi ke rumahnya dan memfilmkan film dokumenter pendek yang dinamakan Stuff', menggambarkan kemelaratan di mana ia tinggal. Rumah itu akhirnya dihancurkan oleh api yang disebutkan di sana masih tertinggal koleksi gitar klasik-nya bersama dengan kaset rekaman beberapa musik dan meninggalkannya dengan luka bakar serius setelah dia lolos. 

Frusciante merilis album solo kedua, Smile from the Streets You Hold, pada tahun 1997. Lagu pertama album itu, "Enter a Uh", sebagian besar ditandai dengan lirik samar dan jeritan histeris. Frusciante juga batuk-batuk sepanjang trek, menunjukkan kesehatannya memburuk. Dengan pengakuannya sendiri, album ini dirilis dalam rangka untuk mendapatkan "uang narkoba", ia menarik album itu dari pasaran pada tahun 1999.

Pada akhir tahun 1997, setelah lebih dari lima tahun kecanduan heroin, Frusciante menghentikan ketergantungannya secara total (cold turkey). Namun, beberapa bulan kemudian dia masih tidak dapat menghentikan kecanduannya akan kokain dan alkohol. Pada bulan Januari 1998, didesak oleh teman lama Bob Forrest, Frusciante menginap di Las Encinas, sebuah klinik rehabilitasi narkoba di Pasadena, untuk memulai pemulihan total. Setelah tiba, ia didiagnosis dengan infeksi oral yang berpotensi mematikan, yang hanya bisa diatasi dengan menghilangkan semua gigi dan menggantinya dengan implan gigi. Dia juga menerima cangkok kulit untuk membantu memperbaiki abses pada lengan yang rusak. Sekitar sebulan kemudian, Frusciante keluar dari Las Encinas dan masuk kembali ke masyarakat. 

Sepenuhnya pulih dan sekali lagi sehat, Frusciante memulai gaya hidup yang lebih spiritual pertapa. Dia mengubah pola makannya, menjadi lebih sadar akan kesehatan dan makan makanan yang sebagian besar belum diolah. Melalui latihan vipassana dan yoga yang teratur, ia mendapatkan efek dari disiplin diri akan tubuhnya. Untuk mempertahankan peningkatan kesadaran spiritual dan mengurangi gangguan dari musiknya, Frusciante memutuskan untuk berpantang dari aktivitas seksual yang menyatakan: "Saya sangat baik tanpa itu" Semua perubahan dalam hidupnya telah menyebabkan suatu perubahan sepenuhnya dalam sikapnya terhadap obat: 

"Saya tidak perlu menggunakan narkoba. Saya merasa jauh lebih 'high' sepanjang waktu sekarang karena jenis momentum dimana seseorang mendapatkannya saat Anda benar-benar mendedikasikan diri untuk sesuatu yang Anda benar-benar cintai. daya bahkan tidak mempertimbangkannya untuk menggunakan narkoba, hal itu benar-benar konyol. Antara dedikasi saya mencoba untuk terus menjadi musisi yang lebi baik dan makan makanan sehat dan melakukan yoga, saya merasa jauh lebih 'high' daripada yang saya lakukan untuk beberapa tahun terakhir menggunakan narkoba.

Pada titik ini saya orang paling bahagia di dunia. hal ini tidak membuat masalah dengan saya sama sekali, dan saya sangat bangga akan hal itu-Anda tidak tahu berapa bangganya saya. Merupakan sesuatu yang indah untuk dapat menghadapi hidup, menghadapi diri sendiri, tanpa bersembunyi di balik obat-obatan, tanpa harus memiliki kemarahan terhadap orang yang menyayangi anda. Ada orang yang takut kehilangan barang, tetapi Anda tidak akan kehilangan apapun kerana alasan apapun daripada jika Anda hanya menyerah pada diri sendiri".

Meskipun pengalamannya sebagai seorang pecandu, Frusciante tidak melihat penggunaan narkobanya sebagai "periode gelap" dalam hidupnya. Ia menganggap hal itu sebagai masa kelahiran kembali, di mana ia menemukan dirinya dan menjernihkan pikirannya. Frusciante telah berhenti berlatih yoga, karena dampaknya terhadap punggungnya, tetapi ia masih tetap mencoba untuk bermeditasi setiap hari. 

Pada awal tahun 1998, Red Hot Chili Peppers memberhentikan gitaris Dave Navarro dan berada di ambang pembubaran. Flea mengatakan kepada Kiedis, "satu-satunya cara yang bisa saya bayangkan agar dapat bertahan [dengan Red Hot Chili Peppers] adalah jika John kembali ke band." Dengan Frusciante bebas dari kecanduan dan penyakit, Kiedis dan Flea pikir itu adalah waktu yang tepat untuk mengundangnya kembali. Ketika Flea mengunjunginya di rumahnya dan memintanya untuk bergabung kembali dengan band, Frusciante mulai menangis terisak-isak dan berkata, "tidak ada yang membuat saya lebih bahagia di dunia." Dengan Frusciante kembali pada gitar, Chili Peppers mulai merekam album mereka berikutnya, Californication, yang dirilis pada tahun 1999. Kembalinya Frusciante memasukkan kembali komponen kunci dari sound Chili Peppers, begitu juga dengan semangat yang sehat. Dia membawa bersamanya pengabdian yang mendalam untuk musik, yang berdampak pada gaya rekaman band sepanjang album. Frusciante telah sering menyatakan bahwa pekerjaannya di Californication adalah favoritnya. 

Selama tur dunia Californication, Frusciante terus menulis lagu sendiri, banyak yang akan dirilis pada tahun 2001 di album solo ketiganya To Record Only Water for Ten Days. Gaya di album ini tidak seperti rekaman sebelumnya, lebih sedikit stream-of-consciousness atau avant-garde. Namun, liriknya masih sangat samar dan suaranya jelas sekali sudah dipreteli. Penulisan lagu dan produksi To Record Only Water for Ten Days lebih efisien dan tegas daripada rekaman sebelumnya. Album menyimpang dari rock alternatif yang baru saja ia buat dengan Chili Peppers di Californication, lebih fokus pada elemen electronic dan New Wave. Demi proses kerja gitarnya, Frusciante bereksperimen dengan berbagai macam synthesizer, suatu ciri khas dari sebuah rekaman.

Pada tahun 2001, Frusciante mulai merekam album keempatnya dengan Red Hot Chili Peppers, By the Way (2002); Ia menganggap saat itu sebagai salah satu saat paling bahagia dalam hidupnya. Dia menikmati kesempatan yang album berikan kepadanya untuk "terus menulis lagu-lagu yang lebih baik". Ketika bekerja di By the Way, ia juga membuat sebagian besar dari apa yang akan menjadi Shadows Collide with People, serta lagu-lagu yang dibuat untuk film The Brown Bunny. Tujuannya untuk meningkatkan permainan gitarnya di album ini sebagian besar didorong oleh keinginan untuk meniru pemain gitar seperti Andy Partridge, Johnny Marr dan John McGeoch; atau seperti yang ia katakan, "orang yang menggunakan akord-akord yang baik". Album ini menandai pergeseran Frusciante kepada mentalitas yang lebih berpusat pada grup di dalam Chili Peppers, melihat band sebagai unit terpadu daripada sebagai empat anggota yang terpisah. 

Frusciante menulis dan merekam kebanyakan lagu-lagu selama dan setelah tur By the Way. Pada bulan Februari 2004, ia memulai sebuah proyek sampingan dengan Joe Lally dari Fugazi dan Josh Klinghoffer, bernama Ataksia. Kelompok ini berkumpul selama sekitar dua minggu, di mana mereka merekam material sepanjang sekitar sembilan puluh menit. Setelah dua hari di studio rekaman, mereka memainkan dua pertunjukan di Knitting Factory di Hollywood, dan menghabiskan dua hari lagi di studio sebelum bubar. Belakangan pada tahun itu, lima lagu yang disediakan oleh Frusciante muncul di The Brown Bunny soundtrack. 

Frusciante merilis album solo penuh keempatnya Shadows Collide with People pada 24 Februari 2004. Album ini mencakup penampilan dari beberapa teman-temannya, termasuk Klinghoffer, dan teman dari bandnya Chili Peppers Smith dan Flea. Pada bulan Juni 2004, ia mengumumkan bahwa ia akan merilis enam rekaman selama enam bulan: The Will to Death, Ataxia's Automatic Writing, DC EP, Inside of Emptiness, A Sphere in the Heart of Silence and Curtains. Dengan perilisan Curtains Frusciante mengeluarkan video musik tahun 2004 satu-satunya, untuk lagu "The Past Recedes". Dia ingin untuk membuat rekaman-rekaman ini dengan cepat dan murah dalam pita analog, menghindari studio modern dan proses rekaman dengan bantuan komputer. Frusciante mengatakan, "Enam rekaman ini direkam dalam periode enam bulan setelah pulang dari tur dengan Chili Peppers selama satu setengah tahun. Saya membuat daftar semua lagu yang saya miliki dan mereka berjumlah seluruhnya sekitar tujuh puluh. Tujuan saya adalah untuk merekam lagu sebanyak yang saya bisa selama waktu istirahat yang saya miliki. Di tengah proses itu, saya menulis beberapa lagu terbaik saya, sehingga beberapa dari album ini memiliki lagu-lagu baru lagu-lagu lama. Saat itu sudah pasti merupakan waktu yang paling produktif dalam hidup saya.”

Pada awal 2005, Frusciante masuk studio untuk mengerjakan album studio kelimanya dengan Chili Peppers, Stadium Arcadium. Permainan gitarnya menjadi dominan di seluruh album, dan dia memberikan vokal latar pada sebagian besar lagu. Meskipun bisaanya ia mengikuti gaya bermain gitar "sedikit lebih baik", ia mulai menggunakan mixer dua puluh empat lagu penuh untuk efek maksimum. Dalam pengaturannya, ia menggabungkan beragam suara dan gaya bermain, dari pengaruh funk Blood Sugar Sex Magik hingga ke yang lebih melodic seperti By the Way. Ia juga mengubah pendekatan terhadap permainannya, memilih untuk berkontribusi solo dan memungkinkan lagu yang akan terbentuk dari sesi nge’’jam’’. Beberapa tinjauan menekankan bahwa pengaruh Hendrix jelas dalam permainan solonya di album ini, dengan Frusciante sendiri sebagai ‘’backing up’’. Ia juga memperluas penggunaan efek gitar di seluruh album, dan menggunakan berbagai instrumen lainnya seperti synthesizer dan mellotron. Dia bekerja bersama dengan Rubin di sepanjang perkembangan proses pengisian suara gitar, mengubah harmoni dan menggunakan semua sumber daya teknis-nya. 

Frusciante mulai serangkaian kolaborasi dengan teman Omar Rodríguez-López dan band-nya The Mars Volta, dengan menyumbangkan instrumentasi gitar dan elektronik untuk lagu "Cicatriz ESP" dari album mereka De-Loused in the Comatorium. Dia juga mengkontribusikan permainan guitar solonya di album 2005 mereka Frances the Mute. Pada tahun 2006, ia membantu The Mars Volta menyelesaikan album ketiga mereka Amputechture dengan bermain gitar di tujuh dari delapan trek. Sebagai gantinya, Rodriguez-Lopez bermain di beberapa album solo Frusciante, serta menjadi bintang tamu di Stadium Arcadium

Ataxia merilis album studio kedua dan terakhir, AW II pada tahun 2007. Setelah tur Stadium Arcadium (awal Mei 2006 hingga akhir Agustus 2007), Red Hot Chili Peppers setuju untuk absen dalam untuk lama waktu yang tidak ditentukan. Pada awal tahun 2008, Anthony Kiedis akhirnya menegaskan hal ini, mennyatakan bahwa kelelahan dari pekerjaan yang terus menerus sejak Californication sebagai alasan utama. Frusciante keluar dari kelompok selama periode ini, tapi tidak secara terbuka mengumumkan kepergiannya hingga Desember 2009, dua bulan setelah band mengakhiri masa absennya pada Oktober 2009 dan mulai bekerja di album berikutnya dengan Josh Klinghoffer sebagai gitaris baru mereka. 

Album solo Frusciante yang kesepuluh, The Empyrean, dirilis pada tanggal 20 Januari 2009 melalui Record Collection. Rekaman itu —sebuah album konsep—diproduksi antara Desember 2006 dan Maret 2008. The Empyrean menonjolkan sekumpulan musisi termasuk mantan teman bandnya di Chili Peppers Flea, teman-teman lainnya Josh Klinghoffer dan mantan gitaris Smiths Johnny Marr, serta musisi tamu termasuk Sonus Quartet dan New Dimension Singers. Frusciante menyatakan: "Saya sangat senang dengan [rekaman ini] dan saya mendengarkannya lebih banyak untuk pengalaman psikedelik yang ada di dalamnya," menyarankan album ini "agar dimainkan sekeras mungkin dan cocok untuk ruang tamu yang gelap pada larut malam”.

Setelah merilis The Empyrean, Frusciante terus berkolaborasi dengan seniman lain. Seiring dengan terus melanjutkan kerja gitarnya untuk album-album studio The Mars Volta, The Bedlam In Goliath, dan Octahedron, Frusciante juga mulai sebuah duet elektronik dengan Aaron Funk dengan nama Speed Dealer Moms. EP pertama mereka dirilis pada bulan Desember 2010 Planet Mu Records

Seiring dengan Speed Dealer Moms, Frusciante juga memberikan bantuan permainan gitar untuk Swahili Blonde, sebuah proyek perkusion/vokalis Nicole Turley. Proyek ini merilis album debutnya Man Meat pada tahun 2010. Pada tahun yang sama, Frusciante berfungsi sebagai produser eksekutif untuk debut film arahan Omar Rodríguez-López, The Sentimental Engine Slayer. Film itu ditampilkan di Rotterdam Film Festival pada February 2010. Bersamaan dengan pekerjaan di film, Frusciante dan Rodríguez-López merilis dua rekaman kolaborasi pada bulan Mei 2010. Yang pertama adalah album Omar Rodriguez-Lopez & John Frusciante, sebuah album dengan hanya mereka berdua di dalamnya, yang lainnya adalah sebuah rekaman kuartet, Sepulcros de Miel, terdiri atas Omar Rodríguez-López, Juan Alderete, Marcel Rodríguez-López, dan Frusciante. Frusciante juga berkontribusi musik pada film dokumenter, Little Joe, berdasarkan pada kisah Joe Dallesandro

Pada tahun 2009, Frusciante muncul di sebuah dokumenter, "The Heart is a Drum Machine." Interview penuhnya sepanjang empat puluh lima menit tersedia di fitur khusus dalam DVD yang telah dirilis. 

Pada tahun 2011, Frusciante memberikan kontribusi gitar untuk lagu "Prends-moi" di album Ring n' Roll oleh penyanyi Perancis Catherine Ringer, dan menyediakan permainan gitar untuk album studio kedua Swahili Blonde, Psycho Tropical Ballet Pink

Pada 7 Desember 2011, Red Hot Chili Peppers ditunjuk sebagai bintang di Rock And Roll Hall Of Fame tahun 2012. Dalam sebuah interview di hari yang sama, Anthony Kiedis berbicara tentang Frusciante and tentang apakah ia akan menghadiri upacara tersebut. Kiedis menyatakan, "Merupakan sebuah teka teki bagi saya apakah ia akan datang atau tidak. Tidak bisa saya bayangkan kalau ia bisa, tapi ini tentang sesuatu yang ”kamu tidak akan pernah tahu”. Saya sudah cukup lama belum berbicara dengannya. Saya tidak tahu dimana dia akhir-akhir ini. Dia jelas akan menjadi lebih dari diterima, dan saya mendukung jika ia ikut. Jika ia tidak ikut, juga tidak apa-apa." Flea juga berbicara tentang Frusciante dengan berkata "Dia meninggalkan kami hadiah luar biasa yang sangat banyak. Dia adalah musisi yang fenomenal dan penulis lagu yang memberikan sesuatu yang sangat banyak untuk band kami. Semua perasaan yang saya rasakan untuknya ketika tidak lagi berada di band... Dia benar-benar membawa kami ke tingkatan yang lebih tinggi.” 

"When the intellectual part of guitar playing overrides the spiritual, you don't get to extreme heights."

—John Frusciante (Rolling Stone, February 2007) 

Gaya bermusik Frusciante telah berkembang sepanjang pelatihannya selama berkarier. Meskipun dia menerima pengakuan biasa saja di awal permainan gitarnya, namun perlahan berubah di perkembangan kariernya akhir akhir ini dimana para kritikus musik dan gitaris mulai memberikan pengakuan penuh: pada bulan Oktober 2003, dia berada di peringkat delapan belas dalam urutan "100 Greatest Guitarists of All Time" Rolling Stone. Frusciante menghubungkan pengakuan ini dengan perpindahan fokusnya, menyatakan bahwa dia memilih sebuah pendekatan berdasarkan pola ritmik yang terinspirasi oleh kerumitan dari materi yang dihasilkan Jimi Hendrix dan Eddie Van Halen. Namun, pada rekaman-rekaman sebelumnya, banyak dari keluaran yang dihasilkannya dipengaruhi oleh bermacam-macam musisi punk underground dan New Wave. Secara keseluruhan, sound-nya juga didasari oleh sebuah gaya gabung dari gitar-gitar antik. Semua gitar yang dia miliki, rekaman-rekaman dan tur-tur yang diikutinya dibuat sebelum 1970. Frusciante akan memakai gitar spesifik yang menurutnya cocok untuk beberapa lagu. Semua gitar yang ia miliki sebelum berhenti dari band hancur ketika rumahnya terbakar pada tahun 1996. Gitar pertama yang ia beli setelah bergabung kembali dengan Chili Peppers adalah sebuah Fender Jaguar merah tahun 1962. Namun, gitar yang paling sering ia pakai, adalah sebuah Sunburst Fender Stratocaster tahun 1962 yang ia pakai di setiap album sejak bergabung dengan Chili Peppers, berikut dengan tur-tur mereka. Instrumen Frusciante yang paling bernilai adalah sebuah Gretsch White Falcon tahun 1957, yang dia gunakan dua kali setiap pertunjukan sepanjang tur By the Way. Sejak itu ia berhenti menggunakannya, mengatakan bahwa ”tak ada lagi ruangan untuk itu”. Pada dasarnya semua permainan akustik Frusciante dimainkan dengan sebuah Martin 0–15 tahun 1950. 

Frusciante memakai bermacam-ragam gaya vokal dalam album-album solonya, mulai dari penekanan pada pekikan dalam Niandra Lades and Usually Just a T-Shirt dan Smile from the Streets You Hold hingga pada gaya konvensional di rekaman-rekaman terakhirnya. Dengan Chili Peppers, Frusciante memberikan suara latar dalam bentuk tenor falsetto, gaya yang ia mulai di Blood Sugar Sex Magik. Ia sepenuhnya menikmati perannya di Chili Peppers sebagai penyanyi latar, dan mengatakan bahwa ‘’vokal latar’’ adalah sebuah "bentuk seni yang nyata". Terlepas dari komitmennya pada Chili Peppers, dia merasa bahwa pekerjaannya dengan band harus tetap terpisah dari proyek-proyek solonya. Ketika ia kembali ke Chili Peppers pada tahun 1998, Kiedis ingin band untuk merekam "Living in Hell", sebuah lagu yang ditulis Frusciante beberapa tahun yang lalu. Frusciante menolak, merasa bahwa kebebasan berkreasi yang ia butuhkan untuk proyek-proyek solonyaakan bertabrakan dengan perannya di band. 

Permainan gitar Frusciante menggunakan penekanan pada kata-kata daripada keahlian. Meskipun pengaruh-pengaruh keahlian bisa didengar di sepanjang kariernya, ia mengatakan bahwa ia sering meminimalkannya. Ia merasa bahwa secara keseluruhan, penguasaan gitar tak banyak berkembang sejak dekade 1960an dan menganggap pemain-pemain hebat di dekade itu tak bisa ditandingi. Ketika ia tumbuh di dekade 1980an, banyak gitaris mainstream berfokus pada kecepatan. Karena ini, ia berpikir bahwa keahlian dari banyak gitaris New Wave dan punk yang menantang terabaikan. Karena itu ia menekankan teknik pemain-pemain yang diarahkan secara melodis seperti Matthew Ashman dari Bow Wow Wow dan Bernard Sumner dari Joy Division sebanyak mungkin karena ia pikir bahwa gaya mereka sudah terabaikan dan akibatnya tidak tereksplorasi. Terlepas dari ini, ia menganggap dirinya seorang penggemar dari gitaris-gitaris yang diarahkan oleh teknik seperti Randy Rhoads dan Steve Vai, namun menekan desakan untuk meniru gaya mereka: "Masyarakat percaya bahwa bermain cepat dan menciptakan teknik bermain yang baru artinya anda bisa cepat maju, tapi kemudian mereka menyadari bahwa secara emosional mereka tidak berkembang sama sekali. Mereka tidak memberikan apa-apa untuk pendengaran masyarakat dan mereka tak beranjak dari tempat dimana Hendrix berada tiga dekade lalu. Sesuatu seperti itu terjadi pada Vai di dekade 80an." Meyakini bahwa fokus hanya pada "nada-nada bersih" adalah negatif, Frusciante menemukan ketertarikan dalam bermain dengan yang ia sebut sebagai sound "grimy” (kotor). Hasilnya, ia menganggapnya bermanfaat untuk "menganiaya" gitarnya dan menggunakan bentuk-bentuk distorsi yang beragam ketika bermain solo. Ia juga berusaha untuk memugar "batasan gaya" sebanyak yang ia bisa untuk memperluas cakrawala bermusiknya. Ia berpikir bahwa banyak output yang dikeluarkan oleh gitaris-gitaris saat ini tidak orisinil, dan bahwa banyak dari kontemporarinya "mengikuti aturan tanpa ada resiko".

Pendekatan Frusciante akan komposisi album telah berubah. Pada rekaman-rekaman awalnya, ia menyambut ketidaksempurnaan suara, mencatat bahwa "bahkan pada [To Record Only Water for Ten Days] ada vokal-vokal dan suara gitar yang sumbang." Bagaimanapun, pada album-album belakangan seperti Shadows Collide With People, ia menginginkan yang sebaliknya: "Saya hanya ingin segalanya agar menjadi sempurna—Saya tidak ingin segalanya sumbang, atau kelebihan waktu, atau tidak sengaja ini atau itu." Frusciante melihat proses menulis lagu membutuhkan waktu, dan ia tidak memaksakannya: "Jika sebuah lagu ingin datang kepada saya, saya selalu siap untuk menerimanya, namun saya tidak bekerja kepadanya." Banyak materi solonya pada awalnya ditulis secara akustik atau dengan menggunakan gitar elektrik tanpa amplifier. Ia membina sebuah atmosfer yang kondusif dalam menulis lagu dengan cara mendengarkan musik dari orang lain secara berkala dan menyerap pengaruh kreatifitas yang terkandung di dalamnya. Ia juga memilih untuk merekam album-albumnya dalam pita analog dan peralatan lainnya yang relative primitif. Pilihan ini berakar pada keyakinannya bahwa peralatan yang lebih tua lebih bisa mempercepat proses perekaman, dan bahwa teknologi perekaman terkomputerisasi yang moderen hanya memberikan sebuah ilusi akan efisiensi. Frusciante mencoba untuk mempersingkat proses perekaman sebanyak mungkin, karena ia berpikir "musik hidup ketika[anda] menciptakannya dengan cepat". Ia juga menikmati tantangan dari merekam sesuatu hanya dalam beberapa pengambilan, dan percaya bahwa ketika musisi tidak dapat mengatasi tekanan dari merekam sesuatu secara cepat mereka sering menjadi frustrasi atau tersendat oleh perfeksionisme. 

Meskipun Hendrix sering diperdebatkan sebagai pengaruh paling mendalam Frusciante, ia juga terinspirasi oleh artis-artis glam rock seperti David Bowie dan T. Rex sebagaimana perilaku avant-garde seperti Captain Beefheart, The Residents, The Velvet Underground, Neu!, Frank Zappa dan Kraftwerk. Ia menyebut kepada yang lain inspirasinya untuk bermain gitar adalah Greg Ginn, Pat Smear, Joe Strummer dan David Gilmour. Sewaktu remaja, ia mulai fokus pada Hendrix dan Led Zeppelin, serta band-band lain seperti Public Image Ltd., Siouxsie and the Banshees dan The Smiths. Selama proses rekaman Blood Sugar Sex Magik, Captain Beefheart dan akustik, pemain blues serba bisa Leadbelly dan Robert Johnson, saat itu merupakan pengaruh yang patut diperhatikan. Di Californication dan By the Way, Frusciante memperoleh teknik menciptakan tekstur nada melalui pola-pola akord dari gitaris post-punk, Vini Reilly dari The Durutti Column, dan band –band seperti Fugazi dan The Cure. Ia semula berniat By the Way dibuat dari "lagu-lagu punk yang keras ini", menggambarkan inspirasi dari artis-artis punk awal seperti The Germs and The Damned. Namun, hal ini tidak didukung oleh produser Rick Rubin, dan dia justru berharap akan gaya melodic dari Californication. Selama rekaman Stadium Arcadium, ia menjauh dari pengaruh New Wavenya dan berkonsentrasi meniru pemain-pemain gitar yang lebih cemerlang seperti Jimi Hendrix dan Edward Van Halen. Dengan proyek solo terbarunya, ia menyatakan electronic music—dimana gitar sering sepenuhnya absen—sebagai sebuah pengaruh. Pengaruh musik elektronikanya mencakup Depeche Mode, New Order, The Human League, Ekkehard Ehlers, Peter Rehberg dan Christian Fennesz. Minat-minatnya secara berkala berubah, sebagaimana yang ia yakini bahwa tanpa perubahan dia tak lagi memiliki minat dalam bermain: "Saya selalu menggambarkan inspirasi dari berbagai macam musik yang berbeda dan bermain gitar bersama dengan rekaman-rekaman, dan saya terjun ke dalam setiap proyek album baru dengan sebuah pertimbangan akan gaya-gaya apa saja yang ingin saya dipadukan nantinya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...