Laman

Senin, 14 Maret 2016

ADAM CLAYTON




Lahir dengan nama Adam Charles Clayton pada 13 Maret 1960 di Chinnor, Oxfordshire, Inggris dari pasangan orangtua Brian dan Jo Clayton. Ayahnya adalah seorang pilot di Royal Air Force, yang pindah ke bagian sipil, dan ibunya adalah mantan pramugari pesawat udara. Saat Clayton berusia 4 tahun ayahnya bekerja di Kenya sebagai pilot dengan East African Airways, keluarga itu menjadi warga di Nairobi (Clayton menganggap ini sebagai periode terbahagia dari masa anak-anaknya). Pada tahun 1965 keluarga itu pindah ke Malahide, County Dublin di Republik Irlandia, dimana adik Clayton, Sebastian lahir. Keluarga Clayton menjadi teman keluarga Evans (termasuk putra mereka David Evans, yang nantinya menjadi rekan seband dengan Clayton di U2).


Saat dia berusia 8 tahun, Clayton dikirim ke sekolah privat junior Castle Park School di Dalkey, Dublin. Clayton tidak menikmati atau menanggapi dengan baik pada etosnya. Dia tidak bisa beroahraga dengan baik dan menemukan kesulitan untuk bersosialisasi disana, dan walaupun dia tertarik dengan musik para murid tidak diperbolehkan mendengarkan musik pop atau menonton televisi. Clayton bergabung dengan ‘Gramphone Society’ sekolah, yang membuatnya bisa mendengarkan musik klasik. Dia juga mengambil pelajaran piano untuk jangka pendek. Pengenalan Clayton ke dunia musik popular adalah pada sekita usia 10 tahun, mendengarkan opera rock seperti Jesus Christ Superstar dan Hair, dan materi lain yang merupakan persilangan antara musik klasik dan pop.

Pada usia 13 tahun, Clayton masuk ke sekolah prifat St. Columba’s College di Rathfarnham, Dublin. Disini dia berteman dengan murid lainnya yang juga memiliki antusiasme tentang musik-musik band pop/rock pada periode itu, antara lain The Who, The Beatles, The Grateful Dead, dan Carole King. Untuk meresponnya Clayton membeli sebuah gitar akustik seharga 5 pound dari toko loak dekat Dublin, dan mulai mempelajari kord dan lagu dasar. John Leslie, yang berbagi tempat tidur dengan Clayton, membujuknya untuk bergabung dengan sebuah band dimana Clayton akan memainkan bass gitar. Ibunya membeli sebuah bass untuknya saat dia berusia 14 tahun dengan dasar akan berjanji bahwa Clayton berkomitmen pada dirinya sendiri akan memainkan alat musik tersebut.

“Adam adalah Mrs. Burns karena kadan-kadang dia akan datang seperti seorang wanita tua.”

-The Edge pada bagaimana The Virgin Prunes memberi julukan pada Clayton.-

Dia kemudian berganti sekolah ke Mount Temple Comprehensive School di Dublin, dimana dia bertemu rekan band masa depan, Paul Hewson (alias “Bono”) dan Larry Mullen Jr., yang juga murid disana, dan bereuni dengan teman masa kecilnya Dave Evans (alias “The Edge”). Pada September 1976 Mullen meletakkan sebuah iklan di papan bulletin sekolah mencari musisi untuk membentuk sebuah band; Clayton muncul untuk pertemuan dan latihan pertama, demikan juga Evans dengan kakaknya Richard (‘Dik”), Paul Hewson, dan Ivan McCormick dan Peter Martin yang merupakan dua orang teman Mullen. McCormick dan Martin meninggalkan band tidak lama setelah pembentukannya.


Saat band berisi 5 orang (terdiri dari Bono, The Edge, Mullen, Dik Evans, dan Clayton), dikenal sebagai “Feedback”. Nama itu kemudian diubah menjadi “The Hype”, berubah menjadi “U2” tidak lama setelah Dik Evans pergi. Clayton bertindak sebagai manajer di awal karir band, menyerahkan pekerjaan pada Paul McGuinnes pada bulan Mei 1978.

Pada tahun 1981, sekitar waktu U2 kdua, secara spiritual memberi judul album, October, sebuah ikatan tercipta dalam band antara Clayton dan McGuinner, dan tiga anggota band lainnya. Bono, The Edge, dan Mullen bergabung dengan sebuah grup Kristen, dan mempertanyakan kompabilitas musik rock dengan spiritual mereka. Namun, Clayton, dengan pandangan agamanya yang ambigu, kurang tertarik, dan lebih sebagai orang luar, hingga pernikahan Bono dengan Alison Hewson (Stewart), dimana Clayton adalah pendamping mempelai pria.

“Hidup sangat kacau. Saya sangat tidak menyukai jenis intensitas itu, saya tidak suka aktifitas itu, maka saya masih sanggup menjalaninya, saya tidak dalam kendali, itu akan menjadi adil untuk dikatakan. Setiap malam adalah pesta, saya tidak berpikir saya merasa sangat nyaman atau damai, itu jelas. Saya akan membaik selama siang hari, saya akan membaik selama pertunjukan tapi setelahnya hal itu sangat mudah untuk pergi sepanjang malam atau minum di kamar anada. Saya mulai menyadari bahwa tiap saat saya mabuk, saya tidak bisa yakin dengan hasilnya. Dan saya selalu membuat hari esoknya lebih buruk. Maka saya memutuskan untuk beristirahat dan berehnti minum selama jadwal tur terakhir.”

-Adam Clayton mengenai alkoholismenya-

Clayton membuat berita utama internasional pada Agustus 1989 saat dia ditangkap di Dublin karena membawa sejumlah kecil mariyuana. Namun, dia menghindari hukuman dengan membuat sumbangan besar bagi amal, dan kemudian sangat menyesalinya, mengatakan “itu bukan salah say sendiri. Dan saya yakin saya tidak berkonsentrasi – secara emosional terpisah dari segala sesuatunya. Tapi hal ini serius karena ilegal.” Clayton juga memiliki masalah alcohol, yang mencapai puncaknya pada 26 Nopember 1993 saat dia mabuk berat yang membuatnya tidak bisa bermain di pertunjukan malam itu di Sydney, latihan mereka untuk film konser Zoo TV mereka. Tugas bass harus diisi oleh teknisi Clayton, Stuart Morgan. Namun, setelah insiden itu, dia berhenti menenggak alkohol.

Pada tahun 1995, setelah Zoo TV Tour dan album Zooropa, Clayton pergi ke New York dengan rekan seband Mullen untuk menerima pelatihan bass formal; hingga kemudian Clayton secara keseluruhan bisa belajar sendiri. Selama periode itu, dia mengerjakan sebuah album eksperimental U2, dirilis dibawah nama alias “Passengers”, berjudul Original Soundtracks 1. Album ini menampilkan salah satu lagu dimana Clayton muncul sebagai vokalis; dia berbicara di bait akhir “Your Blue Room”, single kedua album. Sebelum ini Clayton hanya mengisi vokal latar saat live pada lagu-lagu seperti “Out of Control”, I Will Follow”, “Twilight” dan “Bullet the Blue Sky”. Sejak tur Popmart tahun 1997 Clayton tidak menyanyi live dalam kapasitas apapun bagi band. Pada tahun 1996, saat masih di New York, Clayton berkolaborasi dengan Mullen untuk merekam ulang tema Mission: Impossible.

Clayton tetap membujang selama beberapa dekade hingga pernikahannya pada 2013. Selama awal 1990an, dia mengencani supermodel Inggris Naomi Campbell. Dia juga memiliki hubungan yang panjang dengan Suzanne “Susie” Smith, seorang mantan asisten Paul McGuinnes; mereka bertunangan pada 2006, tapi pasangan itu berpisah pada 2007. Menurut Sunday Independent, dia ayah dari seorang putra pada tahun 2010. Hal ini dikonfirnasi oleh Bono saat memperkenalkan rekan sebandnya selama tur 360 mereka. Pada 4 September 2013, Clayton menikahi mantan pengacara HAM Mariana Teixera de Carvalho di sebuah perayaan di Dublin. Berasal dari Brasil, Mariana kini bekerja sebagai seorang direktur di galeri seni kontemporer terkemuka, Michael Werner di London dan New York.

Pada tahun 2009 Pengadilan Tinggi memerintahkan asset mantan pengurus rumah dan asisten pribadi Clayton dibekukan setelah dilaporkan bahwa dia menggelapkan dana sejumlah 1,8 juta pound. Pada pengadilan berikutnya disebutkan berjumlah 2,8 juta pound. Asisten priadi itu menyangkal tuduhan itu tapi pada tahun 2012 dia dijatuhi oleh juri dengan 181 tuduhan pencurian dan dihukum 7 tahun penjara.

Sebagai seorang pemain bass, alur abass Adam Clayton yang paling terkenal antara lain “New Years Day”, yang merupakan evolusi dari lagu Visage “Fade to Grey”, dan “With or Without You”. Gaya permainannya mencakup pengaruh Motown dan reggae, dan menyebut artis-artis seperti Paul Simonon dari The Clash sebagai pengaruh pada gaya musiknya. Saat Clayton pertama kali bergabung dengan U2, dia tidak memiliki pelatihan bass formal. Di awal tahun band, dia biasanya bermain bagian yang sederhana dengan ketukan 4/4. Bono mengatakan tentang permainan awal bass Clayton, “Adam dulu berpura-pura dia bisa bermain bass. Dia datang dan mulai menggunakan kata-kata seperti ‘action’ dan ‘fret’ dan dia membuat kami terkejut. Dia satu-satunya yang memiliki amplifier, maka kami tidak pernah mendebatnya. Kami berpikir orang ini past seorang musisi; dia tahu tentang yang dia katakana. Dan kemudian pada suatu hari, kami menemukan dia tidak memainkan not yang benar. Itu sesuatu yang salah, iya kan?”

Clayton menyanyi pada beberapa kesempatan, antara lain pada lagu “Endless Deep”, sisi B pada single “Two Hearts Beat As One” dari tahun 1983. Clayton juga menyanyikan vokal latar pada “I Will Follow” selama penampilan live pada tahun 1983 dan 1984. Dia juga berbicara di bait akhir “Your Blue Room” Clayton dapat didengar di “Tomorrow (’96 Version)” (sebuah rekaman ulang dari “Tomorrow” yang dia aransemen) sebuah lagu dari album U2 tahun 1981, October. Dia bermain gitar pada beberapa kesempatan, terutama pada lagu “40” dimana dia dan gitaris The Esge bertukar alat musik. Dia juga memainkan kibord pada “City of Blinding Lights” dan “Iris (Hold Me Close)”.

Clayton mengerjakan beberapa proyek sampingan selama karirnya. Dia bermain (dengan anggota U2 lainnya) pada album self-title Robbie Robertson dari tahun 1987, dan juga tampil dengan Maria McKee. Clayton bermain di lagu “The Marguerita Suite” di album album self-title Sharon Shannon yang dirilis pada Oktober 1991. Dia bergabung dengan produser U2 Daniel Lanois dan rekan seband Larry Mullen Jr. pada album Lanois tahun 1989, Acadie, bermain bass di lagu-lagu “Still Water” dan “Jolie Louise”. Pada tahun 1994, Clayton bermain bass bersama rekan seband Larry Mullen Jr., pada album Nanci Griffith, Flyer, bermain di lagu-lagu “These Days in an Open Book”, “Don’t Forget About Me”, “On Grafton Street” dan “This Heart”. Clayton dan Mullen juga merekam ulang Theme from Mission: Impossible untuk soundtrack the Mission: Impossible. Lagu ini menjadi hit top ten di AS, mencapai no. 7 di Billboard Hot 100. Mereka merekam soundtrack saat Mullen dan Clayton ada di New York untuk pelatihan musik. “Theme from Mission: Impossible” dinominasikan untuk Grammy “Best Pop Instrumental Performance” pada 1997, juga mencapai #7 di US Billboard chart. Dia juga tampil di album Little Steven tahun 1999, Born Again Savage.

Pada tahun 2011 Clayton menjadi seorang duta besar untuk fasilitas Jasa Kesehatan Mental-nya St. Patrick’s Hospital ‘Walk in My Shoes’ yang berbasis di Dublin.

Clayton dan U2 telah memenangkan sejumlah penghargaan di karir mereka, termasuk 22 Grammy Awards, termasuk tujuh kali untuk Best Rock Duo or Group, dua kali Album of the Year, dua kali Records of the Year, dua kali Song of the Year, dan dua kali Best Rock Album.

2 komentar:

  1. Wah makasih artikelnya mas, nambah wawasan banget tentang the flamboyant man

    BalasHapus
  2. Makasih artikelnya gan, walaupun telat lama banget haha. Baru kenal U2 beberapa bulan lalu soalnya, dan langsung ngefans banget. Sayangnya temen² sekolah saya gk ada yang tau U2

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...