Laman

Sabtu, 19 Desember 2015

MAX CAVALERA


Dilahirkan pada tanggal 4 Agustus 1968, di Belo Horizonte, Brasil, dengan nama lengkap Massimiliano Antonia Cavalera. Dia adalah penyanyi, gitaris, dan penulis lagu Brasil yang saat ini bermain dengan Soulfly, Cavalera Conspiracy, dan Killer Be Killed. Pada 1984, dia ikut membentuk band heavy metal yang diakui Sepultura dengan adiknya Igor Cavalera dan adalah penyanyi utama dan gitaris ritem hingga dia pergi pada 1996. Max juga terlibat dengan proyek sampingan jangka pendek bernama Nailbomb.


Ayahnya, Graziano Cavalera, adalah seorang pegawai Konsulat Italia di Sao Paulo dan meninggal pada usia 40 tahun dan dimakamkan di Belo Horizonte; Max berusia 9 tahun saat ayahnya meninggal. Keluarga Cavalera dalam keadaan krisis keuangan dan terguncang saat dia membentuk Sepultura dengan sang adik Igor.


Pada awal 1990an, dia pindah ke Phioenix, Arizona. Dia tidak mulai membuat musik spiritual hingga setelah dia keluar dari Sepultura. Lirik-lirik awalnya untuk Soulfly terpengaruh oleh agama dan spiritual, walaupun dia kritis pada agama. Album-album berikutnya, dimulai dengan Dark Ages, mulai menggabungkan tema lirik tentang kekerasan, peperangan, kemarahan dan kebencian. Semua albumnya didedikasikan untuk Tuhan, dan dia sering digambarkan oleh para pers sebagai seorang pria religious, terutama di AS, sesuatu yang Cavalera sendiri mengatakan dia tidak mengerti:


Saya membenci banyak ‘agama’ tapi orang seperti Kristus – ya mereka menginspirasi saya. Maksud saya jika anda melihat pada Kristus, dia berkumpul dengan para orang kalangan bawah, pelacur dan para pecundang, tidak bergaul dengan para jahanam kelas tinggi yang anda lihat mencoba untuk menjual Yesus saat ini!

Saat ditanya dalam sebuah wawancara apakah dia seorang Kristen dan apakah Soulfly adalah sebuah band Kristen, dia berkata:


Bukan. Maksud saya, jika saya seorang Kristen saya akan memakain semua jenis lambang ini. Karena orang-orang Kristen adalah tertutup. Seorang pendeta tidak akan menerima itu. Maka saya tidak suka konsep tentang Kristen dalam artian yang tertutup. Hal yang sama dalam musik. Terkadang saya membandingkan para pendeta dengan para musisi yang tertutup atau pendengar yang tertutup, yang hanya menyukai satu jenis musik. Beberapa pendeta sama. Dan mereka tidak mentoleransi Hindu, Budha atau apapun. Hanya mereka. Omong kosong. Maka Soulfly bukan sebuah band Kristen. Sangat bertentangan. Tapi kami sangat spiritual. Spiritual tidak ada hubungannya dengan Kristen. Hal itu sudah ada sejak awal masa.

Dalam wawancara lain, dia ditanya tentang pembakaran gereja oleh Varg Vikernes. Dia menyatakan, “Saya mendukung pembakaran gereja 100 persen, tapi mengapa kita tidak membakar segalanya. Mesjid, kuil, semuah bangunan relijius.” Namun, dia kemudian megklaim pandangannya berubah tentang pembakaran gereja dan menyebut mereka “terlalu kejam.” Dia menyatakan bahwa dia percaya dengan Tuhan, “tapi berbeda dengan Tuhan yang dikhotbahkan para pengkhotbah.”


Beberapa pengaruh pada musiknya, yang adalah kematian mendadak putra tirinya, Dana Wells, yang terbunuh setelah perilisan dari Roots pada 1996. Lagu-lagu “Bleed”, “First Commandment”, “Pain”, “Tree of Pain” dan “Revengeance” adalah penghormatan untuk Wells, juga lagu milik Deftones “Headup”, dimana Cavalera tampil dan ikut menulis. Dia berkumpul lagi dengan adiknya Igor, di band mereka Cavalera Conspiracy, dan menulis dan tampil di Conquer milik Soulfly, dirilis pada 2008.

Pada 2013, Cavalera merilis otobiografinya, berjudul ‘My Bloody Roots’: yang ikut ditulis oleh penulis Inggris Joel McIver dan kata pengantar buku ditulis oleh Dave Grohl.

Musik-musik yang mempengaruhi Max adalah milik band-band seperti: Discharge, the Exploited, GBH, Dead Kennedys, Bad Brains, Minor Threat, Black Flag, Cicle Jerks, Subhuman, Cro-Mags, Sick of It All, Agnostic Front, Warzone, Mucky Pup, Kiss, Queen, Van halen, Judas Priest, Motorhead, Black Sabbath dan banyak lagi.


Max berdomisili di Phoenix, Arizona dengan istrinya, Gloria dan kelima anak-anaknya, Zyon (lahir 9 Januari 1993), Igor (2 Juli 1995), Richie (lahir 25 Agustus 1985), Jason (lahir 1 Desember 1986), dan Roxanne (lahir 14 November 1983). Tiga anak tertua adalah anak-anak Gloria, diadopsi oleh Cavalera, membuat Cavalera adalah ayah mereka secara hukum. Zyon, Igor dan Richie telah berkolaborasi dengan Max dalam berbagai proyek. Ketiga putranya juga aktif di musik, dengan Richie memiliki band, Incite, dan Igor serta Zyon membentuk Lody Kong. Jason melakukan tur sebagai teknisi drum Zyon, salah satu tugasnya diantara banyak tugas di belakang layar. Pada 2012 dan 2013, Zyon melakukan tur dengan Soulfly setelah David Kinkade keluar dari band, kini dia adalah anggota rutin sebagai drummer. Igor secara singkat mengisi sebagai bassis untuk Soulfly pada 2015 setelah Tony Campos meninggalkan band.

Cavalera sudah berkolaborasi dengan banyak artis yang berbeda saat dengan Sepultura dan Soulfly. Pada 2003 dia bergabung dengan mantan drummer Nirvana dan frontman Foo Fighters Dave Grohl untuk memproudseri “Red War” untuk rilisan self-title dari proyek milik Dave Grohl, Probot.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...