Laman

Selasa, 29 Desember 2015

MARIANNE FAITHFULL




Penyanyi, penulis lagu, aktris Marianne Faithfull dilahirkan pada 29 Desember 1946 di London, Inggris. Memulai sebagai seorang penyanyi saat masih remaja pada tahun 1960an, Faithfull tetap menjadi penampil yang infentif dan orisinil, meskipun banyak pribadi dan professional yang naik dan turun selama karir panjangnya. Putri dari bangsawan Austro-Hungaria dan mantan petugas intelijen Inggris, dia menghabiskan sebagian tahun-tahun awalnya di sebuah pertanian yang dibangun oleh ayahnya. Orangtuanya kemudian berpisah dan Faithfull ikut dengan ibunya untuk tinggal di Reading.

Menempuh pendidikan di sebuah sekolah asrama, dia bertemu dengan Andrew Loog Oldham, manajer the Rolling Stones, di sebuah pesta pada tahun 1964 saat dia masih di sekolah. Oldham memproduseri hit pertamanya, “As Tears Go By,” dimana Oldham membantunya menulis, bersama dengan Mick Jagger dan Keith Richards dari the Rolling Stones. Lagu ini menjadi terkenal baik di chart Inggris dan Amerika.


Walaupun dia lebih terkenal di negara asalnya Inggris, Faithfull masih bisa mengumpulkan pengikut. Banyak orang terpesona oleh suaranya yang halus dan merdu dan penampilannya yang selalu muda dan lugu. Tapi pada tahun 1960an yang berkembang, Faithfull menjadi lebih terkenal karena kehidupan pribadinya dibandingkan kehidupan musiknya. Dia menikah dengan penyalur barang seni John Dunbar pada 1965, dan mereka kemudian memiliki seorang putra tahun itu. Tapi mereka kemudian berpisah dan bercerai. Kemudian Faithfull “bertekuk lutut” oleh Mick Jagger, menurut sebuah artikel di The Observer. Mereka berkencan selama beberapa tahun, menjadi salah satu pasangan rock and roll yang terkenal. Berkeliling dunia, mereka mengalami gaya hidup kalangan atas dilengkapi dengan pesta pora. Menjadi berita utama, Faithfull ditangkap pada sergapan polisi tahun 1967 di rumah Keith Richards tanpa mengenakan apa-apa kecuali gulungan karpet. Jagger dan Richards menghadapi tuntutan penyalahgunaan obat-obatan sebagai hasil sergapan polisi itu, dan insiden itu selamanya merusak citra Faithfull di hadapan umum.

Meskipun mengalami penyalahgunaan obat-obatan, Faithfull memulai karir acting. Dia muncul di panggung dalam sebuah produksi Anton Chekhov, Three Sisters pada tahun 1967 dan film Girl on a Motorcycle pada tahun 1968. Tapi pada akhir dekade, kehidupan pribadi dan professional Faithfull makin menurun. Lagu “Sister Morphine” disebut sebagai refleksi masa-masa sulit dalam hidupnya, yang dia tulis bersama dengan Jagger dan Richards. Dengan referensi obat-obatannya yang controversial, lagu itu ditarik oleh perusahaan rekamannya. Karena menderita akan situasi ini, dia mencoba bunuh diri saat dengan Jagger di Australia. Pasangan itu akhirnya bubar, dan dia tenggelam lebih dalam kedalam pemakaian obat-obatan.


Pada tahun 1970an, Faithfull tenggelam dalam kecanduan untuk beberapa tahun. Dia dilaporkan menjadi gelandangan untuk beberapa saat dan masuk rumah sakit beberapa kali. Sementara dia menghasilkan dua album awal selama waktu ini, tak satupun yang menyamai kesuksesan kritis Broken English pada tahun 1979, yang menandakan kelahiran musik Faithfull. Suaranya berbeda sekarang, salah satunya karena terkikis oleh waktu dan kehidupan yang keras. Album ini, yang menggabungkan elemen punk dengan musik dansa modern, mendapatkan pujian luas baginya.

Masih mengalami kecanduan obat-obatan hingga pertengahan 1980an. Selama waktu ini, dia menjalani rehabilitasi yang giat untuk mengakhiri masalahnya selama berdekade. Album pertamanya setelah bebas dari obat bius adalah Strange Weather (1987), yang menampilkan rekaman baru dari hit terbesarnya, “As Tears Go By.” Bukan lagi seorang pemadat, Faithfull memiliki suara yang lebih dewasa dan melankolis untuk kali ini.


Meniti kembali karir aktingnya, Faithfull muncul di panggung Dublin pada 1991 dalam pementasan Threepenny Opera, ditulis oleh Kurt Weill dan Bertolt Brecht. Dia merekam 2 buah album berdasarkan karya Weill dan Brecht – 20th Century Blues (1996) dan The Seven Deadly Sins (1998).

Sejak itu, Faithfull menjalani karir antara membuat musik dan acting. Berlanjut menciptakan musik yang menarik dan inovatif, dia merekam Kissin’ Time (2002) dalam gaya musik alternative. Album ini menampilkan kolaborasi dengan banyak pembuat musik alternative terkemuka, antara lain Beck dan Billy Corgan dari the Smashing Pumpkins. Pada Before the Poison (2004), Faithfull bernyanyi tentang cinta dan persahabatan. Album ini juga berisi sejumlah kolaborasi dengan artis-artis kontemporer seperti PJ Harvey dan Nick Cave, yang terkenal dengan grup rocknya Nick Cave and the Bad Seeds. Di layar lebar, Faithfull telah muncul di sejumlah film, antara lain, Marie Antoinette (2004) yang disutradarai oleh Sofia Coppola dan Paris, I Love You (2006) yang disutradari oleh Gus Van Sant.


Pada tahun 2006, Faithfull mengetahui bahwa dia mengidap kanker payudara. Beruntung penyakit itu diketahui pada stadium awal dan dia bisa sembuh. Sejak itu, Faithfull melanjutkan pekerjaannya, membintangi film independen Irina palm (2007). Menurut situsnya, Faithfull mulai mengerjakan albumnya di New York Ciry pada bulan Desember 2007. Dia merilis album-album: Easy Come, Easy Go (2008), Horses and High Heels (2011) dan Give My Love to London (2014).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...