Laman

Kamis, 24 Desember 2015

LOUDNESS




Loudness adalah band metal asal Jepang yang dibentuk oleh gitaris Akira Takasaki dan dramer Munetaka Higuchi. Mereka adalah band heavy metal Jepang pertama yang menandatangani kontrak dengan label besar di Amerika Serikat, merilis 26 album studio (lima di Amerika dan Sembilan album live) hingga 2014 dan mencapai Billboard Top 100 pada popularitas tertinggi internasional mereka, juga menggapai puncak Oricon puluhan kali. Terlepas dari beberapa kali perubahan formasi, band melanjutkan aktifitas mereka pada era 90-an, akhirnya bersatu kembali dengan line-up asli pada 2001.

Band ini dimulai oleh gitaris Akira Takasaki, pemain bass Hiroyuki Tanaka dan dramer Munetaka Higuchi, berasal dari bubarnya band rock Lazy pada Februari 1980. Tiga musisi tersebut, terutama Akira, tidak puas dengan arah musik dari band mereka terdahulu dan ingin mencoba kemampuan mereka di wilayah baru. Meningkatnya gerakan heavy metal Jepang yang baru (Bow Wow, Anthem, dll) cocok bagi aspirasi dan kecenderungan musik bagi musisi muda. Akan tetapi, pemain bass Tanaka mengumumkan tidak akan menjadi bagian grup metal yang baru, mencari kesuksesan di bisnis soundtrack anime dengan band Neverland. Takasaki merekrut teman masa kecilnya Masayoshi Yamashita sebagai pemain bass dan, setelah melakukan beberapa audisi, band menemukan seorang penyanyi pada mantan anggota Earthshaker, Minoru Niihara.


Dengan line-up ini, Loudness teken kontrak dengan label besar Nippon Columbia dan merekam album debut berbahasa Jepang, The Birthday Eve pada 1981, dan dierdarkan hanya di Jepang. Album ini berisi lagu-lagu seperti: “Loudness”, “Sexy Woman”, “Rock Shock (More and More”, dan lima lagu lainnya. Pada 2005 album ini dirilis ulang dengan tambahan dua lagu : “Burning Love” dan “Bad News”. Kesuksesan album ini membuat konser debut Loudness sukses di Asakusa International Theater, dihadapan 2.700 penonton.

Pada 2 Juli 1982, Loudness merilis album kedua, Devil Soldier. Album ini berisi delapan lagu antara lain: “Lonely Player”, “Angel Dust”, “After Illusion”, dan pada rilis ulang pada 2005 ada tambahan 2 lagu; “Geraldine” dan “Lonely Player (Live)”. Teknisi asal Amerika, Daniel McClendon dipanggil untuk menangani sound album ini, karena tidak ada teknisi Jepang yang berpengalaman dalam rekaman metal saat itu. Album ini memenangkan penghargaan untuk Best Heavy Metal record of the year di Jepang.

Pada 21 Januari 1983, The Law Of Devil’s Land, yang merupakan album ketiga dirilis hanya di Jepang dan kemudian didistribusikan ke Eropa via Roadrunner Records. Lagu-lagu di album ini antara lain: “In The Mirror”, “Sleepless Night”, “Speed”, dan enam lagu lain. Rilis ulang pada tahun 2005 terdapat dua lagu tambahan; “Road Racer” dan “Shinkiro”. Setelah merekam lagu ini Loudness melakukan tur pertama mereka di AS, diikuti dengan tur di Eropa.

Mereka pindah ke Eropa untuk merekam album keempat mereka, Disillusion, yang dirilis pada 21 Januari 1984. Album ini direkam di SARM Studio, London pada September 1983. Loudness juga melakukan sejumlah konser disana (didikumentasikan dalam video “Eurobounds”). Untuk memperoleh pengakuan internasional Loudness merekam ulang bagian vocal ke dalam bahasa Inggris (ditulis oleh Tommy McClendon) dan dirilis pada 1 Juli 1984 via Music For Nations (UK) dan Roadrunner (Eropa). Versi bahasa Inggris dibuka dengan instrumental “Anthem (Loudness Overture)” oleh Akira Takasaki, yang tidak ada di versi bahasa Jepang. Album ini adalah album Loudness pertama yang dirilis diluar Jepang. Teknisi album ini adalah Julian Mendelsohn, yang pernah bekerja sama dengan Yes, Elton John, Jimmy Page dan Bob Marley. Pada rilis ulang 2004 terdapat tambahan dua lagu: “Crazy Doctor” (live English Version) dan “Dream Fantasy” (live English Version). Sedangakan rilisan ulang 2005 dengan tambahan lagu: “Eruption” dan “Flash Out”. Pada 2005 album ini berada di No. 290 pada ‘The 500 Greatest Rock & Metal Albums of All Time oleh majalah Rock Hard. Pada 2007 majalah Rolling Stones Jepang menempatkan album ini ni No. 40 pada daftar “100 Greatest Japanese Rock Albums of All Time”.


Akhirnya pada tahun 1985, melalui manajemen Twisted Sister yakni manajer Joe Gerber, mereka teken kontrak rekaman secara internasional dengan Atco Records. Sebuah kemajuan bagi sejarah musik Jepang untuk band heavy metal. Album kelima, Thunder In The East, diproduseri oleh Max Norman direkam di AS dan sangat sukses. Album ini adalah rilisan mereka yang pertama di AS dan mencapai peringkat No. 74 di Billboard 200 album chart dan bertahan 23 minggu. Singel terbesar mereka di AS adalah “Crazy Nights” dan balada “Never Change Your Mind”.

Album keenam, Lightning Strikes, kembali diproduseri oleh Max Norman, dirilis pada tanggal 25 Juli 1986, bertahan selama 15 minggu di US Chart, berada di No. 64 (Billboard 200). Di album ini mereka membuat lagu yang lebih komersil “Let It Go”. Di jepang album ini dikenal dengan “Shadows Of War” yang dirilis pada 24 Maret 1986. Susunan lagu di album ini juga berbeda, dan lagu “Ashes In  The Sky” juga dikenal dengan “Shadows Of War”.

Hurricane Eyes adalah album studio ketujuh Loudness. Album ini dirilis pada 10 Agustus 1987 dengan lirik bahasa Inggris. Versi bahasa Jepang kemudian dirilis hanya di jepang dengan Minoru Niihara menyanyikan semua lirik dalam bahasa Jepang. Album ini diproduseri dan diarsiteki oleh seorang produser yang terkenal, Eddie Kramer, yang telah bekerja dengan Rolling Stones, Led Zeppelin, Jimi Hendrix dan Kiss, Lagu “So Lonely”, adalah pengerjaan ulang dari “Ares Lament” dari album Disillusion (1984), yang diproduseri oleh Andy Johns, produser terkenal lainnya. Ini adalah album Loudness terakhir yang masuk di US Billboard 200 chart, yang bertahan selama 4 minggu, mencapai No. 190. Mulai album ini band mulai kehilangan dukungan dari penggemar Jepang, yang tidak menerima pengaruh sound glam metal dari AS. Versi bahasa Inggris dan versi bahasa Jepang memiliki susunan lagu yang berbeda. Di album ini terdapat dua orang bintang tamu dari band Giuffria, yakni vokalis David Glen Eisley dan kibordis Greg Giuffria sebagai penyanyi latar. Lagu-lagu di album ini atara lain : “S.D.I.”, “This Lonely Heart”, “InMy Dreams”, “So Lonely”, dan enam lagu lainnya.

Setelah merilis Jealousy EP pada 1988, penyanyi Minoru Niihara dipecat dari band, setelah saran produser Max Norman bahwa vokalis yang berbicara bahasa Inggris dapat membantu terobosan band di pasar Amerika. Vokalis Amerika yang terpilih adalah mantan vokalis Obsession, Mike Vescera. Minoru Niihara tetap melanjutkan karir menyanyinya di Jepang sebagai vokalis dari band-band netal: Ded Chaplin, Sly dan X.Y.Z.=A, disamping merilis album solo.

Line-up baru Loudness merilis album kedelapan Soldier of Fortune pada 17 September 1989 dan album ketiga dimana Max Norman menjadi produser bersama Roger Probert (Fates Warning). Walaupun memperoleh kritik yang baugus dan dukungan yang kuta oleh pihak label, album ini gagal untuk masuk peringkat lagu di AS. Lagu-lagu di album ini antara lain : “Soldier Of Fortune”, “You Shook Me”, Twenty Five Days From Home”, dan lainnya. Album ini dibantu oleh kibordis Claude Schnell (Dio, Steelheart).


On The Prowl, adalah album kesembilan Loudness yang diproduseri oleh Mark Dearnley. Di album iniu hanya terdapat 3 lagu baru sedangkan 8 lagu lainnya adalah pengerjaan ulang dari album-album sebelumnya, dimana lirik bahasa Jepang yang ditulis oleh Minoru Niihara dterjemahkan oleh Mike Vescera ke dalam bahasa Inggris. Lagu-lagu tersebut adalah : “Never Again” (“Silent Sword”, dari single “Risky Woman”), “Deadly Player” (“Lonely Player”, dari album Devil Soldier), “Take It Or Leave It” (“Milky Way”, dari album Disillusion), “Girl” (“Girl”, dari album Devil Soldier), “Long Distance” (“Long Distance Love”, dari Jealousy EP), “In The Mirror” (“In The Mirror”, dari album The Law Of Devil’s Land), “Sleepless Night” (“Sleepless Night”, dari album The Law Of Devil’s Land), dan “Find A Way” (To Be Demon”, dari album The Birthday Eve). Melakukan tur yang ekstensif dan mendapat dukungn yang kuat dari label, album ini tidak mendapat pengakuan status band di AS dan, lebih parah, makin mengurangi penggemar Loudness di Jepang. Setelah merilis single “Slap In The Face”, Mike Vescera keluar dari band selama tur di Amerika pada 1991, untuk bergabung dengan Yngwie Malmsteen. Dia digantikan oleh vokalis Ezo, Masaki Yamada untuk menyelesaikan tur. Pergantian personil tidak mempengaruhi kesuksesan band, karena perubahan yang mendadak pendengar Amerika akan sound agresif dan simple dari band-band grunge dan alternative rock pada awal 90-an, secara tak langsung telah mematikan perjalanan Loudness di Amerika, demikian juga karir dari berbagai band beraliran glam dan heavy metal.

Setelah kembali ke Jepang, Masayoshi Yamashita juga keluar dari band dan digantikan oleh pemain bass dari band X, Taiji Sawada. Line-up ini memproduksi sendiri dan merilis album kesepuluh pada 10 Juni 1992, Loudness, mencapai No. 2 di Oricon Chart yang menjadi pencapaian tertinggi mereka di peringkat album di Jepang dan pada 1993 album live “Once and for All” dirilis. Sound dari album ini lebih agresif dan ritem menjadi lebih cepat dibanding album-album sebelumnya. Fakta ini sebagai diinterprestasikan sebagai reaksi dari composer dan produser Akira Takasaki kepada kompromi yang dia terima dari manajer dan produser AS. Musik di album ini juga lebih terasa kepada musik heavy metal tradisional, dimana musik mereka di akhir 80-an lebih cenderung kepada glam-metal yang agak melodic. Lagu-lagu di album ini antara lain : “Slaughter House”, “Waking The Dead”, “Black Widow”, “Racing The Wind”, dan 6 lagu lain.

Pada 1993, band mengalami goncangan besar, dengan keluarnya dua orang anggota sekaligus yakni Munetaka Higuchi, yang akan menjadi dramer di band milik Minoru Niihara, Sly, dan Taiji Sawada, yang membentuk band D.T.R. Akira Takasaki menjadi satu-satunya anggota asli. Pada masa ini dia pergi ke India dan mempelajari agama Buddha, yang membuatnya memperoleh motivasi untuk tidak membubarkan Loudness. Dia meyakinkan Masaki Yamada untuk tetap sebagai penyanyi dan, dengan bantuannya, merekrut mantan dramer Ezo, Hirotsugu Homma. Trio ini memproduksi album kesebelas Heavy Metal Hippies dan merilisnya pada 21 Desember 1994. Album ini direkam dan di-mixing oleh Chris Tsangarides (Judas Priest, Yngwie Malmsteen dll). Album ini berisi perpaduan antara sound Loudness lama dan pengaruh grunge dan world music, dan berisi lagu-lagu seperti “Howling Rain”, “Freedom”, “Eyes Of A Child”, “222”, dan lainnya. Untuk melakukan tur, Akira melengkapi anggota dengan Naoto Shibata, pemain bass dan pimpinan band heavy metal Jepang yang saat itu telah bubar, Anthem.

Dengan formasi tersebut, pada 7 Juli 1997, Loudness merilis album mereka yang keduabelas, Ghetto Machine. Album ini hanya dirilis di Jepang dan direkam di Fantasy Studios di Berkeley, California. Hanya instrumental “Katmandu Fly” yang direkam pada tahun 1995 di ESP Guitars rehearsal studio. Album ini berisi 11 buah lagu antara lain: “Ghetto Machine”, “Slave”, Evil Ecstasy”, dan lainnya.

Pada 5 Agustus 1998, Loudness kembali merilis album yang ketigabelas, Dragon, hanya di Jepang. Album ini terdiri dari 12 lagu antara lain : “9 Miles High”, “Dogshit”, “Wicked Witches”, dan 9 lagu lainnya. Album ini direkam di TML Studios, Hayward, California, USA.

Pada 7 Juli 1999 Loudness merilis album mereka yang keempat belas, Engine. Album ini berisi 13 lagu antara lain : “Soul Tone”, “Bug Killer”, Black Biohazard”, “Twist Of Chain”, dan 9 lagu lainnya. 

Ketiga album tersebut (Ghetto Machine, Dragon, dan Engine) mempunyai sound yang berbeda dari rilisan band sebelumnya, dengan komposisi karya Akira yang menjuruh kea rah groove metal dengan pengaruh psychedelic dan etnik yang kuat. Ketukan bass dram ganda dari Homma member perbedaan yang jelas dengan sound Loudness awal. Band melakukan tur regular di Asia dank e Eropa, dimana mereka berpartisipasi di Festival Dynamo Open Air edisi 1999.

Pada 2000, Yamada menyatakan keinginannya untuk keluar dari Loudness dan berharap sebuah reuni dengan line-up asli untuk memperingati ulang tahun band yang ke 20. Takasaki setuju dengannya dan membubarkan Homma dan Shibata, meminta disaat bersamaan Higuchi, Niihara dan Yamashita untuk bergabung kembali dengan band untuk acara tersebut. Anggota band asli bersatu pada 2001, dan merilis album ke limabelas, Spiritual Canoe, pada 7 Maret 2001 serta melakukan tur perayaan ulang tahun. Walaupun hanya merupakan sebuah tur perayaan, popularitas reuni band di Negara Jepang jadi meningkat dan band memutuskan untuk meneruskan aktifitas rekaman dan tur.

Pada 21 Nopember 2001, Loudness merilis album keenambelas, Pandemonium yang berisi 11 lagu melalui label Columbia.

Pada 4 September 2002, Loudness merilis album ke tujuhbelas, Biosphere, yang hanya beredar di Jepang via label Tokuma Japan yang berisi 11 lagu.

Pada 7 April 2004, kembali Loudness merilis album ke delapanbelas, Terror Hakuri, via label Tokuma Japan yang berisi 11 lagu.
Pada 2005 Loudness merekam lagu tema untuk game tarung K-1, Musashi berjudul “The Battleship Musashi”.

Racing, adalah album studio Loudness yang ke sembilanbelas. Album ini dirilis di Jepang pada 2004. Pada 6 April 2005, band merilis versi bahasa Inggris, album berbahasa Inggris pertama sejak 1991. Edisi internasional dirilis pada 9 Agustus 2005, diedarkan olah label Drakkar, dengan urutan lagu yang berbeda, sampul yang berbeda dan sedikit perubahan pada produksi bagian solo gitar. Rilisan album internasional special berisi lagu bonus yang terdapat pada album “Rockshocks” seperti pada sampul 80-an.

Pada 7 Desember 2006, Loudness merilis album yang ke duapuluh, Breaking The Taboo, via label Tokuma Japan dan hanya dirilis untuk pasar Jepang saja. Album ini berisi 12 lagu.

Metal Mad, adalah album ke duapuluh satu yang dirilis oleh Loudness pada 20 Februari 2008 dan hanya dirilis di Jepang via label Tokuma Japan. Pada April 2008, 2 bulan setelah perilisan album tersebut, Loudness memutuskan untuk vacuum saat dramer Munetaka Higuchi didiagnosa dengan kanker hati. Mereka bermain dengan Motley Crue pada Oktober 2008 di Stadion Tokto terbesar, Saitama Super Arena, dengan dramer sementara, Kozo Suganuma (Fragile, Ded Chaplin) yang mengisi tempat Higuchi. Pada 30 Nopember 2008 Munetaka meninggal karena penyakitnya di rumah sakit di Osaka pada usia 49. Pada Desember 2008, band mengeluarkan pernyataan di website mereka tentang meningglanya teman tercinta mereka dan dramer asli band, Munetaka Higuchi :

“Munetaka Higuchi meninggal karena kanker hati di sebuah rumah sakit di Osaka pada pagi hari tanggal 30 Nopember 2008. Dengan ijin dari keluarganya, kami secara resmi mengabarkan kematiannya. Kami sadar pengumuman ini datang terlambat dan kami mohon maaf karenanya. Atas permintaannya dan pihak keluarga, penguburan akan dilakukan secara pribadi. Untuk para wartawan dan penggemar, kami yakinkan bahwa kalan punya kesempatan untuk mengucapkan perpisahan dengannya nanti. Selama delapan bulan terakhir setelah dia didiagnosa denga kanker hati, dia telah keluar masuk rumah sakit beberapa kali untuk perawatan. Selama masa-masa tersebut dia sangat positif dan berusaha keras melawan penyakitnya itu. Dia punya keinginan kuat untuk kembali ke panggung untuk bermain untuk para penggemar lagi. Kematiannya datang secara tiba-tiba dan merupakan pukulan bagi kami. Dia menjalani hidupnya secara penuh sebagai seorang dramer rock yang selalu member kami harapan dan impian. Hati dan jiwanya untuk musik akan dikenang untuk masa-masa mendatang. Munetaka, kami sangat berterima kasih atas kerja kerasmu dan kehidupanmu selama 49 tahun yang kamu jalani bersama kami di dunia ini. Kami mengeskpresikan apresiasi kami untuk belasungkawa yang kalian kirim ke sini untuk dia.”

Band mengkonfirmasi melalui Takasaki bahwa setelah kehilangan dramer Munetaka Higuchi, mereka akan merekam album studio terbaru (album ke 22) yang akan dirilis 27 Mei 2009 hanya di Jepang, Album tersebut berjudul, The Everlasting. Materi baru berdasarkan track dram yang telah direkam oleh Higuchi sebelum kematiannya.Album ini berisi 12 lagu. Dan saat perilisan album ini, mereka juga memperkenalkan dramer baru bernama Masayuki Suzuki, yang juga sudah mengisi track dram pada 1 lagu yang berjudul “I Wonder” di album ini. Band melakukan tur pada 2009, membawakan hanya materi dari 4 album pertama.

King Of Pain, adalah album studio ke duapuluh tiga yang dirilis Loudness pada 19 Mei 2010 hanya di Jepang via label Tokuma Japan Communications dan menandai debut penuh dari dramer Masayuki Suzuki. Gitaris Akira Takasaki berkata bahwa album ini memfokuskan pada Masayuki. Album ini mencapai peringkat 21 di Oricon Chart. Album ini menunjukkan, menurut sebagian besar penggemar, kembali sound gitar dan bass ke sound 80-an mereka. Album ini berisi 14 lagu. Tahun ini juga Loudness tampil di festival Bang Your Head!!! Di Jerman dan melakukan tur ke Eropa. Loudness kembali ke Amerika untuk tur ulang tahun mereka yang ke 30 pada Mei dan Juni 2011.

Pada 2010 mereka merekam “The Eternal Soldier” untuk lagu tema “Mazinkaiser SKL, yang dirilis sebagai single pada tahun tersebut.

Pada wawancara dengan Guitar World dan di tayangkan di YouTube pada 11 Juli 2011, Akira Takasaki berkomentar bahwa album King Of Pain kurang akan solo gitar dan speed. Dia mengatakan alasan untuk ini adalah keinginan band untuk memperkenalkan dramer baru mereka Masayuki Suzuki. Takasaki juga menyatakan bahwa album berikut akan “lebih banyak speed, lebih agresif” dibanding King Of Pain.

Loudness merilis album studio yang ke 24, Eve To Dawn, pada 14 September 2011. Album ini mencapai peringkat 36 pada Oricon Chart di Jepang. Akira Takasaki menggambarkan bahwa album ini lebih agresif dibandingkan King Of Pain.

Album studio ke 25, 2012, dirilis pada 22 Agustus 2012 via label Tokuma Japan Communications. Album ini terdiri dari 12 lagu. Terdapat satu buah lagu yang didedikasikan untuk vokalis legendaris Ronnie James Dio yakni : "The Voice of Metal (Song For RJD)".

Loudness merilis album studio ke 26 berjudul The Sun Will Rise Again pada 4 Juni 2014 via label Thunderball 667. Loudness memainkan salh satu lagu dari album ini berjudul “Immortality” pada Monsters Of Rock cruise 2014.

Anggota
Mantan Aggota
  • Mike Vescera – lead vocals (1989–1991)
  • Masaki Yamada – lead vocals (1991–2000)
  • Taiji Sawada – bass, backing vocals (1992–1993)
  • Hirotsugu Homma – drums (1994–2000)
  • Naoto Shibata – bass, backing vocals (1994–2000)
  • Munetaka Higuchi – drums (1981–1993, 2000–2008)
Diskografi


Album Studio

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...