Laman

Senin, 18 April 2016

CRISS OLIVA




Lahir dengan nama Christopher Michael Oliva pada 3 April 1963 di Pompton Plains, New Jersey, AS. Oliva adalah anak bungsu dari empat bersaudara, yang tertua setelah dia adalah Jon Oliva, dengan siapa dia membentuk Savatage.

Keluarganya pindah ke antara begara bagian selama masa anak-anaknya, bertahan di California sebelum menjadikan Florida rumah mereka. Di California inilah Criss menemukan musik dan menganggapnya panggilan baginya, dan dia melanjutkan ketertarikannya pada musik saat dia pindah ke Florida. Pengaruh utamanya sebagai gitaris adalah Ritchie Blackmore, Tony Iommi, Uli Jon Roth dan Michael Schenker. Dia menghabiskan berjam-jam mempelajari lagu-lagu favoritnya di rekaman, dan saat dia menemui kesulitan untuk mempelajari bagian dalam rekaman itu dia membuat lick sendiri. Hal ini kemudian membantunya dalam penulisan lagu.

Criss dan kakaknya Jon bersama membentuk band pertama mereka, Avatar, pada 1978, dari sisa masing-masing band terdahulu mereka Tower dan Alien. Pada 1980, duo ini bertemu dengan Steve Wacholz dan berlatih di sebuah tempat di belakang rumah Oliva yang disebut dengan “The Pit” oleh band. Mereka juga memberi nama julukan pada Steve yang akan mengikuti sepanjang karirnya: “Doctor Hardware Killdrums”, sering dipersingkat hanya “Doc”, yang merujuk pada gaya permainan keras Steve.


“(Criss) memiliki kelenturan dari orang-orang seperti George Lynch dan Warren DeMartini, tapi dengan rasa yang agresif dan melodi yang sesuai dengan Savatage.” – Alex Skolnick (Testament & Savatage).

“Anda dapat mendengar akar klasik (Criss Oliva) dan mengapresiasi pengetahuannya dan merasakan modal keseriusannya yang merupakan ciri khas besar akan karyanya. Dia adalah sebuah trailblazer di gitar metal seperti Randy Rhoads yang mendahuluinya.” – Dave Ellefson (Megadeth).

“Saya memiliki guru hebat. Criss Oliva adalah adalah salah satu pemain gitar terhebat di dunia dan dia mengajarkan saya segalanya.” – Jon Oliva

“Criss memiliki sebuah rasa yang mendorong dan sebuah suara yang tidak bisa dipercaya. Saya belum pernah mendengar seorang pemain gitar yang lebih baik.” – Paul O’Neill, produser Savatage.

Dengan Steve, Criss dan Jon bermain di Tampa (dimana mereka pindah dengan keluarganya di akhir 1970an) dan klub-klub wilayah Clearwater selama bertahun-tahun. Pada 1981, Keith Collins bergabung dengan mereka untuk meringankan Jon pada tugas bass. Pada 1982, band merilis sebuah EP di Par Records. Pada 1983, sehari menjelang perilisan album debut mereka, “Avatar” terpaksa harus mengganti nama mereka karena masalah hak cipta. Menggabungkan kata “Sabotage” dan “Avatar”, Criss (bersama dengan calon istrinya Dawn, kakaknya Jon dan istri Jon) datang dengan Savatage. Savatage merilis dua album pertama mereka, Sirens pada 1983, dan The Dungeons Are Calling pada 1985, keduanya di Par Records, memperlihatkan gaya musik yang berbeda.

Pada 1984, Criss menikahi Dawn Hoppert, pacarnya sejak masanya di pertengahan sekolah di Philippe Park dekat Safety Harbor, FL. Sementara itu, Savatage meneruskan untuk melaju, merilis 6 album lagi setelah teken kontrak dengan Atlantic Records pada 1985. Hal ini dianggap sebagai “Golden Age” dari Savatage, terutama saat band berkolaborasi dengan produser Paul O’Neill untuk pertama kalinya di Hall of the Mountain King pada 1987. Gaya permainan unik Criss membuatnya mendapatkna banyak penggemar, termasuk Dave Mustaine dari Megadeth, dengan siapa Savatage melakukan tur pada 1987 untuk mendukung Hall of the Mountain King. Saat Mustaine tanpa memiliki seorang gitaris pada 1989 setelah kepergian dari Jeff Young, teknisi gitar Dave, Dan Campbell (dan teman baik dan teknisi gitar lama Criss) memanggil Criss untuk mengisi posisi yang lowong itu. Criss menolak tawaran itu, dan malahan terus dengan kakaknya dan Savatage. Peran gitaris kedua di Megadeth akhirnya jatuh ke tangan Marty Friedman. Savatage terus dengan merilis Gutter Bullet pada 1989, sebagian ditulis oleh Jon Oliva saat memulihkan diri di rehab.

Savatage melakukan tur tanpa henti, dengan Criss mendapatkan pengakuan kritikus. Impian terbesarnya adalah untuk album 1991 Savatage, Streets: A Rock Opera yang mendapatkan status platinum. Streets adalah sukses mainstream terbesar Savatage, dan Criss menikmati paparan rekaman yang diberikan band, membuat para penggemar baru untuk mengenal musik mereka. Namun, Savatage terkejut oleh kepergian mendadak dari Jon Oliva dan Steve “Doc” Wacholz masing-masing pada 1992 dan 1993. Teman baik Criss, Dan Campbell menemukan Zachary “Zak” Stevens saat di Hollywood, California. Dan memberikan demo Wicked Witch milik Zak langusng ke Criss, dan juga memperkenalkan Zak pada band. Zak dipilih sebagai pengganti untuk Jon pada vokal utama, dan Jeff Plate dipilih untuk menggantikan Doc pada drum. Dan Savatage berlanjut, merilis Edge of Thorns pada 1993. Sampul depan dari Edge of Thorns adalah sebuah lukisan oleh artis Gary Smith dari istri Criss, Dawn. Wajah di pohon seharusnya wajah Jon Oliva, walaupun produser Paul O’Neill menyanggahnya meskipun publikasinya dalam sebuah wawancara dengan Criss Oliva dari 1993. Gary juga bertanggung jawab untuk semua airbrushed gitar Criss.

Pada 17 Oktober 1993, sekitar jam 3:30 a.m., Criss dan istrinya Dawn berkenadar di Highway 301 dalam perjalananyake Fourth Annual Livestock Festival yang diadakan di Zephyrhills, Florida, sebelah utara Tampa. Sebuah mobil dari arah depan yang dikenadari olwh pengemudi yang mabuk menabrak menyeberang pembatas dan menabrak langsung 1982 Mazda RX-7 milik Criss, langsung menewaskannya. Pengemudi mabuk itu, yang sebelumnya memiliki 7 pelanggaran mengendara sambil mabuk, hanya mendeirita cedera ringan dan kemudian dikenai tuduhan pembunuhan manusia, mencederai serius dan pembunuhan dengan kendaraan, dan menjalani 18 bulan di penjara dari hukuman 5 tahun.

“Criss dapat memainkan apapun yang dapat anda bayangkan. Dia dapat melakukan solo diantara vokal tanpa mempelajarinya, dan dia adalah salah satu dari sedikit gitaris yang tahu cara menterjemahkan emosi manusia dengan sebuah gitar. Dia adalah kombinasi dari amarah Duane Allman di “Layla,” keceriaan Jimmy Page, emosi Eric Clapton, rasa mentah Joe Perry dan kegarangan Eddie Van Halen atau Allan Holdsworth.” – Paul O’Neill, produser Savatage.

Overkill menulis sebuah lagu dengan judul “R.I.P. (Undone)” pada album 1994 mereka W.F.O. yang memberi penghormatan untuk Criss Oliva.

Kuburan Criss dapat dilihat di Curlew Hills Memorial Gardens di Palm Harbor, Florida. Sebuah konser kenangan khusus berlangsung pada 23 Nopember 1993 dengan para anggota Savatage yang tersisa, termasuk kakak Jon, yang kembali hanya untuk satu malam, menampilkan sebuah penampilan khusus. Tidak ada gitaris yang bermain dengan band pada malam itu, malahan memilih untuk meninggalkan sebuah Charvel Predator putih (model signature Criss) dengan bunga mawar melingkar di leher gitar yang ada di sampul belakang dari album ‘Streets’,di tempat dimana Criss biasa berdiri. Kehilangan gitaris utama mereka hampir mengakhiri Savatage, tapi selama awal tahun Oliva bersaudara membuat sebuah kesepakatan bahwa jika salah satu dari mereka meninggal, yang lain harus melanjutkan band untuk mengenang yang lain (walaupun beberapa mantan anggota band menyanggah cerita itu). Pada akhirnya, Jon memilih untuk melanjutkan band.

Saat diminta untuk sebuah komentar tentang Criss, ayahnya berkata “Dia hidup untuk gitar itu” merujuk pada kecintaannya pada gitar. “Saya pergi ke rumahnya untuk berkunjung dan apapun yang dia kerjakan, menelepon, makan malam, Criss selalu memegang sebuah gitar di tangannya.”

Criss memainkan Jackson Guitars dan Charvel Guitars. Gitar favoritnya adalah ESP yang kemudian diberi logo Jackson dengan Airbrushed di headstock, dengan fretboard maple, reversed headstock, Bartolini single coil dan humbucker pickup, dan biru transparan dan sebuah gargoyle diatasnya, bernama “Gargoyle Guitar”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...