Laman

Rabu, 04 Januari 2017

JP MILLENIX




Balita menggemaskan itu tampak bersemangat memukul-mukul panci. Bahkan, nasib panci itu berakhir mengenaskan. Di tangan si balita, panci itu akhirnya pecah. Sang ibu pun memutuskan untuk membelikan drum mainan untuk sang buah hati.

Rupanya, itulah awal kecintaan remaja ini pada drum. Ketika sang ibu memintanya belajar piano, itu tidak mampu mengubah cintanya pada drum. Bahkan, meski sang ibu pun memintanya agar tidak lagi memainkan drum.

Keteguhan hati sang buah hati pun membuat ibundanya berubah pikiran. Dia membiarkan si anak melanjutkan rasa cintanya pada drum. Hingga akhirnya masyarakat pun mengenal aksi si bocah itu yang asyik menjajal drumnya lewat sebuah ajang pencarian bakat pada 2010 lalu.

Bocah yang kini beranjak remaja itu adalah Jaanitra Priyanka Millenix atau lebih akrab disapa JP Millenix. Gadis kelahiran 1 Januari 2000 ini memang tak menjadi pemenang pertama dan gugur pada babak penyisihan tujuh besar, namun sosoknya sering mengisi beragam acara.

Tak hanya bermain drum, ia bahkan tampil sebagai host serta pemain sinetron. "Bermain drum itu passion aku, because i love what i do," ungkap gadis yang cukup disapa JP itu.

Bagi JP, antara drum dan dirinya memang sudah memiliki ikatan kuat. "Dari hati, aku memang kuat banget sama drum," katanya. JP mengaku permainan drumnya banyak dipengaruhi oleh drumer dunia seperti mantan drumer Dream Theater Mike Portnoy, drumer Metallica Lars Ulrich, dan lainnya.

Saking mengidolakan Mike Portnoy, JP bahkan pernah bertemu saat idolanya itu datang ke Jakarta. Keduanya pun masih intens berkomunikasi.

Beberapa drumer asal Indonesia seperti Gilang Ramadhan, Wong Aksan, serta Ekky Soekarno pun turut memengaruhinya.

Usianya yang baru 16 tahun tak menyurutkan langkahnya untuk terus aktif berkarya. "Ketika ada kesempatan, do it! Karena aku masih muda. Berkarya pada saat masih muda kan?" ujarnya penuh keyakinan.

Remaja yang terpilih menjadi finalis delapan besar dalam kontes drumer wanita sedunia ‘Hit Like A Girl 2012’ ini memang selalu bersikap optimistis. Ia pun mengaku akan melakukan semua aktivitas yang memang ingin dilakukannya.

Salah satunya adalah mengejar impian terbesarnya, yaitu menjadi drumer grup One Direction. "One D itu favorit aku juga. Jadi aku pengen gantiin posisi Josh Devine kalau bisa,"  jelasnya dengan semangat.

***
Prestasi

2007 Juara 1 Purwacaraka Drum Competition
2008 Juara Favorit kategori anak Banten Music Competition
2009 Juara 2 Yamaha Music Competition

***
Pesan Antikekerasan pada Anak


JP Millenix saat ini terlibat dalam proyek album penyanyi pendatang baru, Devia Sherly, bersama drumer senior Ekki serta Hendy ‘Gigi’.

"Rasanya seru banget bisa kerja sama dengan Tante Devia. Soalnya aku juga perlu pengalaman kerja sama dengan Om Ekki dan Kak Hendy. Pokoknya aku senang banget bisa kerja sama and it has been a great time," ungkapnya semringah.

Walau selama ini dirinya sudah pernah berkolaborasi di atas panggung dengan musisi profesional seperti Slank, Titi Rajo Bintang, Nidji, Kotak, Nicky Astria, Superman Is Dead, dan lainnya, namun terlibat langsung dalam album merupakan yang pertama kali bagi JP.

"Ini pengalaman dan pembelajaran baru buat aku. Alhamdulillah lancar-lancar aja," ungkap si pemilik mata besar ini.

Dalam proyek album kali ini, JP bersama Ekki serta Hendy bermain drum untuk mengiringi lagu ‘Mustafa’ yang dinyanyikan Devia Sherly. JP menyebutkan, sekitar seminggu ia berlatih lagu tersebut dan hasilnya sempurna.

"Jadi proyek aku yang paling dekat sekarang ya sama Tante Devia, karena bakal ada Mustafa Tour dan lain-lain," jelasnya.

Namun, ada satu proyek abadi yang tidak akan lengah dilakoni JP. Proyek itu terpasang manis di set drum milik JP berupa tulisan besar ‘Stop Violence Against Children’.

Rupanya, JP Millenix punya tujuan pasti untuk aksinya itu. "Aku membawa pesan itu karena sering melihat tayangan kekerasan pada anak di lingkungan keluarga, jalan raya, tempat kumuh, dan sebagainya," ujarnya.

Maka, JP tidak ingin ada lagi anak kecil yang diperlakukan tak adil. "Hentikan kekerasan pada anak!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...