Lahir pada tanggal 19 Mei 1945, di Chiswick, Greater
London, Inggris dengan nama lengkap Peter Dennis Blandford Townshend. Dia telah
menjadi kekuatan signifikan dalam musik rock, baik sebagai anggota dari The Who
dan juga sebagai artis solo, selama berdekade. Ayah Townshend adalah seorang
pemain saksofon dan ibunya adalah seorang penyanyi, dan dia menjadi ingin tahu
tentang musik di usia muda.
Tumbuh di lingkungan kelas pekerja yang sama dengan rekan
seband masa depan Roger Daltrey dan John Enwistle, Townshend mulai berain dalam
band saat remaja. Dia dan Entwistle adalah anggota dari the Confederates
bersama-sama. Entwistle kemudian bergabung dengan the Detoues, sebuah band yang
sudah menyertakan Daltrey.
Setelah belajar secara singkat di Ealing Art College pada
1961, Townshend menjadi seorang anggota dari the Detours. Grup ini akhirnya
berubah menjadi the Who, yang menemukan kesuksesan pertama di negara asal
mereka Inggris pada 1965 dengan lagu-lagu seperti “I Can’t Explain” dan “My
Generation.”
Selama hari-hari awal band, Townshend menajdi terkenal
dengan keunikannya saat konser, terkadang menghancurkan gitarnya diatas
panggung, sebuah kekhasan yang menjadi bagian rutin dari penampilan the Who.
Dia membuat debut solonya pada 1972 dengan album Who Came First, yang
didedikasikan untuk ibunya Meher Baba, disusul oleh Rough Mix (1977), yang dia
produseri dengan bassis Ronnie Lane. Album solo berikutnya, Empty Glass (1980),
adalah sebuah kesuksesan besar, terjual lebih dari 1 juta buah dan mencapai Top
5. Dua tahun kemudian, Townshend kurang sukses dengan album berikutnya, All the
Best Cowboys Have Chines Eyes (1982). Dia beristirahat dari the Who di
seputaran waktu ini.
Pada 1989, Townshend bergabung dengan Entwistle dan
Daltrey untuk melakukan sebuah tur reuni dengan the Who. Pada 1993, dia membawa
bakatnya ke Broadway dengan The Who’s Tommy, sebuah hit yang memberikan
Townshend sebuah Tony Award. Townshend terus merekam musik sendiri, merilis
Psychoderelict pada 1993.
Sebelum memulai tur lain dengan the Who pada 2002,
Townshend menderita kehilangan besar: teman lama dan rekan band John Entwistle
meninggal karena serangan jantung pada 27 Juni 2002. Band telah mengalami
kematian tragis dari drummer Keith Moon pada 1978, dan Townshend dan Daltrey
memutuskan untuk terus melakukan tur sebagai penghormatan untuk Entwistle.
Townshend tetap mencurahkan sebagian besar waktu dan
energinya untuk the Who. Dia juga menulis sebagain besar lagu untuk rilisan
paling baru dari band, Endless Wire pada 2006. Dia dan anggota band lainnya
adalah subyek dari documenter televisi 2007 Amazing Journey: The Story of the
Who dan konser penghormatan khusus 2008. Konser itu difilmkan dan kemudian
ditayangkan di televisi dengan judul VH1 Rock Honors: The Who. Selain band,
para penampil lain di acara itu termasuk band grunge Pearl Jam dan band rock
alternative favorit the Flaming Lips. Aktor Sean Penn dan comedian Adam Sandler
juga bertindak sebagai pembawa acara di acara penghormatan itu.
Becerai dari istri pertama Karen Astley, Townshend
bersama dengan penyanyi-penulis lagu Rachel Fuller selama bertahun-tahun.
Keduanya sering berkolaborasi pada proyek musik. Mereka bekerka sama di acara
musik berbasis jaringan “In The Attic” dan pada album 2007 Attic Jam. Di
rekaman, Townshend tampil dengan beragam band modern, termasuk Death Cab for
Cutie, the Zutons dan the Fratellis. Rekaman ini bertindak sebagai contoh dari
pengaruh tiada akhir Townshend pada generasi musisi rock selanjutnya.
Townshend terpengaruh oleh Howlin' Wolf, John Lee Hooker,
Bo Diddley, Booker T. & the MG's, Little Walter, dan Chuck Berry.
Dia berada di rangking 3 dalam daftar Best Guitarists
oleh Dave Marsh di The New Book Of Rock Lists, No. 10 dalam daftar top 50
guitarists oleh Gibson.com, dan No. 10 lagi dalam daftar the 100 greatest
guitarists of all time oleh majalah Rolling Stones. Dia dilantik ke dalam Rock
N' Roll Hall Of Fame sebagai anggota The Who pada tahun 1990.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar